Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, BULOG Meulaboh Catat 5.062 Ton.

oleh -21 Dilihat
oleh

“Untuk stok beras yang kami miliki di Gudang Gampong Darat Meulaboh sebesar 4.699.515 kilogram, sedangkan beras yang ada di Gudang Linggi Simeulue sebesar 363.040 kilogram,” ujar Hafizuddin.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Cadangan beras nasional yang dikelola Perum BULOG mencatat rekor baru dengan menembus angka 5 juta ton.

Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan cadangan pangan di Indonesia sekaligus memperkuat sinyal ketahanan pangan nasional.

Peningkatan stok tersebut menandai pergeseran strategi pemerintah dari sekadar pemenuhan kebutuhan jangka pendek menuju penguatan cadangan strategis berskala besar.

Cadangan ini dinilai penting sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian global, termasuk potensi gangguan pasokan dan fluktuasi harga pangan.

Dengan ketersediaan stok yang besar, pemerintah memiliki ruang intervensi lebih luas untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Beras dari gudang BULOG dapat digelontorkan melalui operasi pasar maupun program bantuan sosial jika terjadi lonjakan harga atau kekurangan pasokan.Di tingkat daerah, Perum BULOG Kantor Cabang Meulaboh juga mencatat ketersediaan stok beras yang cukup signifikan.

Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Meulaboh, Hafizuddin, menyebutkan total stok beras yang dikuasai mencapai 5.062.560 kilogram.

“Untuk stok beras yang kami miliki di Gudang Gampong Darat Meulaboh sebesar 4.699.515 kilogram, sedangkan beras yang ada di Gudang Linggi Simeulue sebesar 363.040 kilogram,” ujar Hafizuddin.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil pengadaan dalam negeri dari wilayah kerja BULOG Meulaboh, yang didominasi oleh produksi petani lokal.

Saat ini, kapasitas gudang BULOG di wilayah tersebut juga dilaporkan dalam kondisi penuh.“Capaian pengadaan beras tersebut merupakan hasil pengadaan dalam negeri dan gudang BULOG saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri,” pungkasnya.

Ke depan, tantangan yang dihadapi tidak hanya menjaga volume cadangan tetap tinggi, tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi petani lokal. Rekor ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta stabilitas ekonomi nasional.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.