Dua Mahasiswa HTN STAIN Meulaboh Lulus Tanpa Skripsi Program Studi Hukum Tata Negara (HTN)

oleh -11 Dilihat
oleh

Aceh Barat (Meulabohnews) – Prestasi membanggakan kembali di toreh di kanca Pendidikan, tembus Jurnal Sinta 3, Dua Mahasiswa HTN STAIN Meulaboh Lulus Tanpa Skripsi Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh.

Dunia pendidikan Aceh Barat kembali mencatat capaian akademik inovatif. Dua mahasiswanya, Wahyudi dan Arifka Agus Diantara dinyatakan lulus tanpa melalui sidang skripsi konvensional.

Setelah karya ilmiah mereka berhasil terbit di jurnal terakreditasi Sinta 3.Kelulusan melalui jalur publikasi ilmiah tersebut merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang mendorong mahasiswa menghasilkan karya riset yang diakui secara akademik sebagai pengganti tugas akhir.

Wahyudi mengangkat penelitian berjudul “Struktur dan Kewenangan Mahkamah Syariah: Studi Perbandingan antara Aceh dan Penang”,

Sementara Arifka Agus Diantara menulis artikel “Kedudukan Ma’had Darussalam Lil Tadrib Al-Islami dalam Struktur Lembaga Pemerintahan Vietnam”.

Kedua karya tersebut dinilai memenuhi standar akademik dan lolos proses peer-review yang ketat.

Wahyudi menilai kebijakan kelulusan tanpa skripsi melalui publikasi ilmiah justru menghadirkan pengalaman riset yang lebih komprehensif dan relevan dengan tuntutan akademik modern.

Menurutnya proses publikasi tidak hanya menuntut mahasiswa menyusun karya tulis, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, ketajaman analisis, serta kesiapan menghadapi proses review yang ketat.

“Kami tidak hanya menulis, tetapi benar-benar belajar bagaimana riset diuji, diperbaiki, dan diakui secara akademik,” ujarnya.

Senada dengan itu, Arifka mengungkapkan, penulisan artikel ilmiah memberikan tantangan tersendiri yang berdampak signifikan terhadap kualitas akademik mahasiswa.

Ia menyebutkan, setiap tahapan, mulai dari perumusan masalah, penyusunan metodologi, hingga penyajian data menuntut ketelitian tinggi dan konsistensi yang kuat.

Selain itu, pengalaman tersebut juga membentuk mental akademik yang lebih siap dalam menghadapi dinamika dunia penelitian maupun tuntutan profesional ke depan.“Proses ini melatih kami untuk lebih disiplin, sistematis, dan siap bersaing di tingkat yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Program Studi HTN STAIN Meulaboh, Yulia Susantri MH menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Menurutnya, publikasi di jurnal terakreditasi bukan sekadar alternatif, melainkan indikator kualitas akademik yang lebih tinggi.“Ini bukan jalan pintas. Justru karya mereka diuji secara terbuka melalui mekanisme publikasi ilmiah nasional. Ini menunjukkan kapasitas intelektual mahasiswa HTN yang kompetitif,” ujarnya.

Selain itu, Dosen pembimbing, Heri Maslijar MA menilai, model ini membuka ruang lebih luas bagi kontribusi pemikiran mahasiswa terhadap perkembangan ilmu hukum.

Menurutnya, dengan publikasi ilmiah, gagasan mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai dokumen skripsi di perpustakaan, tetapi dapat diakses publik dan memberi manfaat nyata bagi pengembangan hukum tata negara.

Capaian ini memperkuat posisi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap transformasi pendidikan tinggi, sekaligus mendorong budaya akademik berbasis riset dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.