Tausiah Agama H Abrar Zym, Bahas Iman Sebagai Pondasi Agama

oleh -200 Dilihat
oleh

Blang Pidie (Meulabohnews) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Barat H Abrar Zym, S.Ag, M.H mengisi tausiyah Subuh keliling (Suling) ke 437 di Masjid At Taubah Susoh Abdya, Ahad 19 apr 2026. Tausiah ini mengangkat tema “Keterkaitan ilmu, iman dan hawa nafsu”.

Dalam bahasannya dijelaskan secara etimologis, iman adalah bentuk kata kerja dari bahasa Arab amana yu’minu–imanan yang berarti percaya, membenarkan, dan meyakini dengan sepenuh hati. Dengan kata lain, iman berkaitan erat dengan sikap hati yang menerima kebenaran tanpa ada keraguan.

Dalam pengertian istilah, para ulama memberikan definisi yang lebih rinci. Menurut Imam al-Asy’ari; iman adalah keyakinan dalam hati, ucapan dengan lisan, dan amal dengan anggota tubuh. Definisi ini menjadi rujukan penting karena menjelaskan bahwa iman bukan hanya persoalan batiniah, tetapi juga harus dibuktikan melalui tindakan nyata.

Al-Qur’an juga menjelaskan pengertian iman secara jelas. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 3, Allah SWT berfirman bahwa orang beriman adalah mereka yang beriman kepada hal gaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki.

Ayat ini menunjukkan bahwa iman adalah dasar keimanan yang meliputi keyakinan, ibadah, dan kepedulian sosial. Selain itu, hadits Nabi Muhammad SAW juga memperkuat pemahaman ini.

Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa iman terdiri dari lebih dari tujuh puluh cabang, yang paling utama adalah ucapan la ilahaillallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan. Hal ini membuktikan bahwa iman adalah sesuatu yang luas dan meliputi berbagai aspek kehidupan.

Dengan demikian, secara bahasa dan istilah, iman adalah fondasi agama yang menyatukan keyakinan, ucapan, dan perbuatan. Hal ini menjadi landasan bagi setiap muslim agar menjalani hidup dengan kesadaran penuh kepada Allah SWT.

Iman dalam Kehidupan Sehari-hariDalam praktik kehidupan sehari-hari, iman adalah kompas yang mengarahkan setiap muslim untuk menjalani aktivitas sesuai ajaran Islam.

Iman memengaruhi cara berpikir, berbicara, hingga bertindak, sehingga setiap aspek kehidupan seorang muslim senantiasa terikat dengan nilai-nilai agama.Dalam bekerja, seorang muslim yang beriman akan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas.

Hal ini karena ia meyakini bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatannya. Maka, iman adalah pengendali yang menjaga seseorang dari perbuatan curang, korupsi, atau perbuatan dosa lainnya.Dalam hubungan sosial, iman adalah dasar yang menumbuhkan rasa kasih sayang, solidaritas, dan kepedulian.

Seorang muslim dengan iman yang kuat akan senantiasa menolong saudaranya yang kesulitan, berbagi rezeki melalui zakat dan sedekah, serta menghindari perbuatan yang menyakiti orang lain.Dalam menghadapi ujian hidup.

Ketika seseorang tertimpa musibah, ia tidak akan mudah putus asa, sebab ia meyakini bahwa Allah menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuan.

Dengan demikian, iman adalah sumber kekuatan mental yang membuat seorang muslim tetap tegar dalam menghadapi cobaan. Dengan kata lain, iman adalah pedoman hidup yang menyeluruh, tidak hanya dalam ibadah ritual seperti shalat dan puasa, tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari, baik itu dalam keluarga, pekerjaan, maupun interaksi sosial.

Ilmu, iman, dan hawa nafsu memiliki keterkaitan erat dalam membentuk kepribadian dan perilaku manusia. Ilmu berfungsi sebagai cahaya pemandu yang membimbing iman, sementara iman memberikan kekuatan untuk mengendalikan hawa nafsu agar tidak membawa kepada kerusakan. 

Hubungan Ketiganya, manusia dituntut menggunakan ilmu untuk memupuk iman, sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu melalui akal sehat dan bimbingan wahyu. Tanpa iman dan ilmu, manusia mudah tersesat dan dikuasai oleh hawa nafsu. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.