Kapolres AKBP Agus Sulistianto Melihat Sikundo dengan Mata Hati

oleh -180 Dilihat
oleh

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H, S.I.K saat berada di lokasi Jembatan kabel baja di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Senin (20/7/2026).(Meulabohnews).

Aceh Barat (Meulabohnews) – Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H, S.I.K bersama Wakapolres Kompol Hari Purnomo, S.H,.M.H dan para pejabat utama, personel Polres berkunjung ke Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Senin (20/7/2026).

Kedatangan orang nomor satu di jajaran kepolisian Aceh Barat bersama rombongan untuk melihat secara dekat kehidupan warga yang keseharian serba kekurangan dalam segala aspek kehidupan.

Saat tiba di Desa yang viral dengan jembatan kabel beberapa waktu lalu, pemandangan nyata dan miris benar benar terpajang di mata. Sejumlah ibu rumah tangga baru saja menyeberang sambil membawa barang belanjaan.

Beberapa saat kemudian jam pulang sekolah tiba, anak-anak berseragam sekolah berjalan perlahan melintasi jembatan seutas kabel yang bergoyang goyang mengikuti alunan pijakan kaki kaki mungil selangkah demi selangkah hingga tiba di seberang.

Tim Dokkes Polres Aceh Barat bersama para Polwan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Sikundo.(Meulabohnews)

Seketika raut wajah Agus Sulistianto memelas melihat pemandangan menantang maut. Lalu menghampiri salah seorang ibu lalu bertanya. “Ibu… sehari berapa kali melewati jembatan ini?”.

Sang ibu dengan nada datar menjawab ringkas, “Bisa lebih dari sepuluh kali, Pak antar anak sekolah, belanja, pulang, lalu kembali lagi,” ujarnya.

Sejurus kemudian beberapa personel polisi sigap membantu murid-murid SD Negeri Sikundo menyeberangi jembatan.

Canda tawa anak-anak itu seakan menjadi penyemangat di tengah keterbatasan yang mereka hadapi setiap hari. Namun kunjungan ini tidak berhenti pada peninjauan semata.

Tim Dokkes Polres Aceh Barat bersama para Polwan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga satu per satu memeriksakan kondisi kesehatannya, menerima obat-obatan, sekaligus mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Bagi warga di sana, perjalanan menuju SDN Sikundo dan saudara serta tetangga masih bergantung pada seutas tali baja yang membentang di atas derasnya aliran sungai.

Jembatan darurat itu menjadi satu-satunya penghubung antara Dusun Durian dan Dusun Sarah Saree, setelah jembatan utama runtuh diterjang bencana hidrometeorologi pada November 2025.

Bagi masyarakat Sikundo, kehadiran polisi hari itu bukan hanya membawa rasa aman, tetapi juga menghadirkan kepedulian.

Menjelang siang, rombongan beristirahat di sebuah warung kecil milik warga. Di tempat sederhana itu, AKBP Agus Sulistianto tetap sibuk.

Dengan memanfaatkan jaringan internet Starlink, ia menelusuri berbagai referensi dan berdiskusi mengenai kemungkinan solusi percepatan rekonstruksi jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Di balik secangkir kopi dan suasana kampung yang tenang, tersimpan harapan besar agar akses penghubung antar dusun segera dibangun kembali.

Sebab bagi warga Sikundo, jembatan bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah jalan menuju sekolah, menuju layanan kesehatan, menuju pasar, menuju kehidupan yang lebih baik.

Dan hari itu, di ujung seutas tali baja, hadir sebuah pesan bahwa kepedulian sering kali dimulai dengan keberanian untuk datang, melihat, mendengar. lalu mencari jalan keluar bersama.

Dan hari itu, di ujung seutas tali baja, hadir sebuah pesan bahwa kepedulian sering kali dimulai dengan keberanian untuk datang, melihat, mendengar, lalu mencari jalan keluar bersama.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.