Foto pemeriksaan kesehatan hewan meugang dan qurban di salah satu lokasi di Gampong Cot Seumeurung, Kecamatan Samatiga, Minggu (24/5/2026).(ist)
Aceh Barat (Meulabohnews) – Jelang pelaksanaan tradisi meugang dan qurban di Aceh Barat tahun ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Aceh Barat memastikan persediaan hewan ternak dalam kondisi aman dan melimpah.
Berdasarkan data hari ini, total ketersediaan hewan ternak di 12 kecamatan di wilayah tersebut siap memenuhi lonjakan permintaan masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distannak Aceh Barat, drh. Sauful Lizar, saat diwawancarai di sela-sela kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan ternak Meugang di Gampong Cot Seumeureung, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Minggu (24/5/2026).
“Kami mencatat total persediaan khusus untuk qurban mencapai 6.540 ekor yang terdiri dari kambing, kerbau, sapi, dan domba. Sementara untuk kebutuhan Meugang, persediaan ternak besar tercatat sebanyak 2.595 ekor, kambing meugang 1.817 ekor, dan ayam meugang sebagai kontributor volume terbesar mencapai 30.291 ekor,” kata drh. Saiful Liza di lokasi pemeriksaan.
Ia menjelaskan, dari total 6.540 ekor kesediaan hewan qurban, komposisinya didominasi oleh kambing sebanyak 3.004 ekor (45,9 persen) dan kerbau sebanyak 2.476 ekor (37,9 persen). Selebihnya disusul oleh sapi sebanyak 986 ekor (15,1 persen) dan domba sebanyak 74 ekor (1,1 persen).
Dominasi kambing dan kerbau ini menyumbang sekitar 83,8 persen dari total persediaan qurban daerah.
Menurut Sauful, Kecamatan Kaway XVI menjadi wilayah dengan persediaan hewan qurban tertinggi di Aceh Barat, yang kemudian diikuti oleh Kecamatan Woyla dan Kecamatan Pante Ceureumen.
Sebaliknya, untuk kebutuhan Meugang Idul Adha, konsumsi masyarakat menunjukkan dominasi yang sangat tinggi pada komoditas ayam, sedangkan untuk ternak besar terutama ditopang oleh daging kerbau.
Guna menjamin ketenteraman batin masyarakat dalam mengonsumsi daging menjelang hari raya, Distannak Aceh Barat memperketat pemantauan lalu lintas ternak serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara intensif langsung di lapangan.
“Prioritas kami saat ini adalah memverifikasi stok di kecamatan-kecamatan dengan volume tinggi dan mobilitas ternak besar yang padat. Pemeriksaan kesehatan hewan ternak ini sangat penting untuk memastikan hewan bebas penyakit, layak konsumsi, serta mematangkan kesiapan teknis pemotongan menjelang puncak kebutuhan masyarakat,” tegas Sauful.
Selain fokus pada aspek kesehatan hewan, Saiful juga memaparkan pergerakan harga acuan pasar berdasarkan data pemantauan dinas terkini. Saat ini, harga daging sapi dan kerbau berkisar antara Rp180.000 hingga Rp200.000 per kilogram.
Sementara itu, harga kambing berada di angka Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram, dan harga ayam berkisar antara Rp70.000 hingga Rp80.000 per ekor.
“Data harga pasar ini terus kami gunakan sebagai dasar pemantauan stabilitas pasokan di pasar, sekaligus untuk mengendalikan risiko lonjakan atau kenaikan harga yang tidak wajar menjelang hari H masyarakat tidak perlu panik karena pasokan kita sangat kuat dan mencukupi,” pungkasnya.[*]



