Kapolres Aceh Barat Pimpin Pemadaman Lanjutan Kebakaran Lahan, Imbau Warga Tak Membakar Lahan

oleh -15 Dilihat

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., menyiram sejumlah titik api di kawasan Jalan Ujung Beurasok, perbatasan Kecamatan Johan Pahlawan dengan Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Jumat (12/6/2026).(Dok.Polres/Meulabohnews)

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan mengatakan, pemadaman lanjutan harus terus dilakukan karena karakteristik lahan gambut yang memungkinkan api kembali muncul meski telah dilakukan pemadaman sebelumnya.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., memimpin langsung upaya pemadaman lanjutan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Ujung Beurasok, perbatasan Kecamatan Johan Pahlawan dengan Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Jumat (12/06/2026).

Pemadaman dilakukan setelah kebakaran melanda lahan gambut seluas kurang lebih empat hektar. Kegiatan tersebut melibatkan para Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Barat, personel Polres Aceh Barat, personel Polsek Johan Pahlawan serta Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan mengatakan, pemadaman lanjutan harus terus dilakukan karena karakteristik lahan gambut yang memungkinkan api kembali muncul meski telah dilakukan pemadaman sebelumnya.

“Kita sore hari ini sedang melaksanakan kegiatan pemadaman lanjutan. Di lahan gambut ini kita tidak bisa melakukan pemadaman hanya sekali atau dua kali jadi kita harus terus menyambangi lokasi, karena setiap ada asap yang keluar dari vegetasi yang sudah terbakar ini berpotensi memunculkan api kembali,” kata Yhogi.

Dalam proses pemadaman, petugas gabungan menggunakan dua unit mesin pompa air milik Polres Aceh Barat dan BPBD untuk menjinakkan api yang masih muncul di sejumlah titik pada area lahan gambut.

Menurutnya, kondisi lahan gambut membuat bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di permukaan telah berhasil dipadamkan. Karena itu, pemantauan dan pendinginan secara berkelanjutan perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Selain melakukan pemadaman, personel gabungan juga melakukan koordinasi dengan BPBD serta aparatur dari Kecamatan Johan Pahlawan dan Kecamatan Samatiga.

Di saat yang sama, petugas turut melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.Kapolres menegaskan bahwa Polres Aceh Barat terus berupaya mencegah terjadinya kebakaran lahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pemilik lahan yang hendak membuka atau membersihkan lahan baru.

“Kami dari Polres Aceh Barat tidak akan lelah untuk selalu memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama pemilik lahan yang ingin membuka lahan baru, agar tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara dibakar,” ujarnya Yhogi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan metode yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam mengelola lahan guna menghindari kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

“Ini imbauan saya kepada masyarakat, sekali lagi kalau ingin membuka lahan atau membersihkan lahan, gunakan cara lain selain dibakar.” tegas Yhogi.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya minimnya sumber air akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Selain itu, kondisi lahan gambut yang dipenuhi daun dan kayu kering serta tiupan angin yang cukup kencang menyebabkan api mudah merambat ke area lain.

Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan hingga pukul 18.30 WIB. Petugas berhasil mengendalikan kobaran api, namun proses pendinginan dan pemantauan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya guna memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Polres Aceh Barat juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran guna mencegah meluasnya dampak yang ditimbulkan.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.