HAkA Aceh Latih Amdal Kijang Bagi Perkumpulan Perempuan Paralegal Aceh (P3A) di Lhokseumawe

oleh -50 Dilihat
oleh

Foto Peserta saat mengikuti kegiatan pelatihan Amdal Kijang di Kota Lhokseumawe, Selasa (28/4/2026).(ist).

Lhokseumawe (Meulabohnews) – Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) melakukan pelatihan Amdal Kijang terhadap puluhan perempuan yang tergabung dalam Perkumpulan Perempuan Paralegal Aceh (P3A) di Kota Lhokseumawe, Selasa (28/4/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat perempuan paham akan soal hukum dan isu lingkungan hidup.

Community Empowerment Manager HAkA, Rubama mengatakan melalui training seperti ini kita memperkenalkan Amdal kepada perempuan.

Foto Saat kegiatan pelatihan Amdal Kijang oleh HAkA kepada 25 Perkumpulan Perempuan Paralegal Aceh (P3A). Selasa (28/4/2026).(ist)

Bagaimana mengelola isu lingkungan, mendokumentasikan kegiatan di tingkat tapak untuk kemudian menjadi bukti apabila suatu hari nantik timbul persolan menjadikan bukti dokumen bagi akademisi dan pemangku kepentingan lingkungan.

Misalnya, dalam sebuah pembangunan di masyarakat di tingkat tapak terkadang melihat itu tidak peduli dengan dokumen dokumen, padahal dokumen ini bisa mencegah hal buruk terjadi.

“Amdal kijang upaya untuk penyelamatan lingkungan mendokumentasikan situasi di sekelilingnya itu menjadi sesuatu yang menambah pengetahuan dan pengalaman bagi mereka” ujar Rubama.

Rubama menambahkan, Hajat pembangunan itu penting untuk sebuah daerah tapi kemudian masyarakat di tingkat tapak juga punya peran yang penting untuk kemudian mencegah sesuatu efek negatif pembagunan itu sebelum terjadi.

Pelatihan Amdal yang berlangsung selama 3 hari ini dan nanti juga akan ditutup dengan foto voice.

Bagaimana cara pembuktian mendokumentasikan situasi di sekelilingnya itu menjadi sesuatu yang menambah pengetahuan dan pengalaman bagi mereka.

Seorang peserta, Hanum mengatakan ia sangat ingin tahu akan kegiatan advokasi terhadap lingkungan dan paralegal yang melibatkan perempuan di lingkungan yang mana seperti bencana lalu seorang perempuan adalah korban dan juga keluarga.

“Perempuan harus paham terhadap lingkungan, isu lingkungan dengan perempuan tak bisa di pisahkan,” ujar Hanum.

Kegiatan berlangsung di kota Lhokseumawe tgl 28 sd 30 april 2026 dengan peserta berjumlah 25 orang Perempuan tangguh yang berasal dari Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.