Pemkab Aceh Barat Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026, Total Penduduk Capai 214.126 Jiwa

oleh -258 Dilihat
oleh

sumber : dukcapil.acehbaratkab.go.id

” Terkait dengan telah rilisnya data kependudukan periode semester 1 tahun 2026, ini merupakan amanat dari Undang-Undang Pemerintah dalam Negeri No. 24 tahun 2013, bahwasannya ini memang sudah tiap semester Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini memberikan data kependudukan kepada masing-masing kabupaten kota,” ujar Riki.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) resmi merilis Data Konsolidasi Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri Semester-I Tahun 2026.

Berdasarkan rilis data tersebut, jumlah penduduk Kabupaten Aceh Barat tercatat sebanyak 214.126 jiwa yang tersebar di 12 kecamatan.

Dari total keseluruhan populasi, jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 107.761 jiwa, sedikit lebih banyak dibandingkan populasi perempuan yang berjumlah 106.365 jiwa.

Total Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Aceh Barat mencapai 68.064 KK, dengan rincian 53.381 KK berjenis kelamin laki-laki dan 14.683 KK berjenis kelamin perempuan.

Kepala dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) Aceh Barat, Riki Abadi menyampaikan terkait data semester satu yang telah di rilis dengan sebaran Penduduk di 12 Kecamatan di Aceh Barat merupakan data resmi dari Kemendagri.

” Terkait dengan telah rilisnya data kependudukan periode semester 1 tahun 2026, ini merupakan amanat dari Undang-Undang Pemerintah dalam Negeri No. 24 tahun 2013, bahwasannya ini memang sudah tiap semester Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini memberikan data kependudukan kepada masing-masing kabupaten kota,” ujar Riki di Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (19/8/2026).

Data kependudukan ini mencakup rincian sebaran di seluruh wilayah kecamatan Kabupaten Aceh Barat.

Johan Pahlawan menjadi kecamatan dengan populasi terbanyak, yakni 67.087 jiwa (33.496 laki-laki, 33.591 perempuan) dan 20.225 KK.

Meureubo berada di posisi kedua dengan total 33.905 jiwa (17.407 laki-laki, 16.498 perempuan) dan 10.553 KK.

Kaway XVI mencatatkan populasi sebesar 22.603 jiwa (11.297 laki-laki, 11.306 perempuan) dan 7.340 KK.

Samatiga dihuni oleh 16.733 jiwa (8.443 laki-laki, 8.290 perempuan) dan 5.572 KK.

Woyla mencatat 14.920 jiwa (7.433 laki-laki, 7.487 perempuan) dan 4.966 KK.

Arongan Lambalek memiliki 12.855 jiwa (6.495 laki-laki, 6.360 perempuan) dan 4.220 KK.

Pante Ceureumen sebesar 12.603 jiwa (6.356 laki-laki, 6.247 perempuan) dan 4.093 KK.

Woyla Barat mencatatkan 8.372 jiwa (4.208 laki-laki, 4.164 perempuan) dan 2.881 KK.

Bubon dihuni 7.299 jiwa (3.649 laki-laki, 3.650 perempuan) dan 2.369 KK.

Panton Reu tercatat 7.196 jiwa (3.652 laki-laki, 3.544 perempuan) dan 2.361 KK.

Woyla Timur sebesar 5.625 jiwa (2.807 laki-laki, 2.818 perempuan) dan 1.862 KK.

Sungai Mas menjadi kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil, yakni 4.928 jiwa (2.518 laki-laki, 2.410 perempuan) dan 1.622 KK.

” Dengan rilisnya data kependudukan periode semester 1 tahun 2026 ini diharapkan dapat digunakan oleh semua pihak yang berkepentingan terhadap data kependudukan ini dan menjadi acuan bagi para pengambil keputusan bahwasannya untuk pengalokasian anggaran atau bagian pendidikan atau kesehatan jumlah penduduk kita menggunakan data yang terbaru, supaya lebih tepat sasaran dan tidak ada yang tertinggal dari program tersebut,” ujar Riki.

Data kependudukan ini dinilai sangat vital untuk mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, peningkatan kualitas pelayanan publik, pengambilan kebijakan daerah yang lebih akurat, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Data tersebut sangat dinamis terutama di beberapa kecamatan, kenaikan jumlah penduduk signifikan terutama d di Kecamatan Johan Pahlawan dan Kecamatan Meureubo.

” Perbedaan dengan  periode semester sebelumnya, semester 2025, ada kenaikan sekitar 1.620 jiwa penduduk Kabupaten Aceh Barat. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor dinamika pendudukan seperti kelahiran, kemudian perkawinan, perpindahan, dan bisa berkurang kibat juga kematian,” pungkas Riki

Masyarakat maupun pihak terkait yang membutuhkan data agregat lengkap seperti data kependudukan per desa/gampong, kelompok umur, status perkawinan, pendidikan tertinggi, hingga jenis pekerjaan.

Informasi lebih lanjut juga dapat diakses melalui portal resmi dukcapil.acehbaratkab.go.id serta akun media sosial resmi Dukcapil Aceh Barat.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.