Ketua STAIN Meulaboh Dorong Mahasiswa Kritis terhadap Isu Nasional

oleh -53 Dilihat
Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof. Dr. H. Syamsuar, M.Ag, menyampaikan pentingnya sikap kritis kepada mahasiswa baru saat membuka PBAK 2026 di Gedung Pendidikan Terintegrasi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Selasa (18/8/2026).

Aceh Barat (Meulabohnews)- Mahasiswa tidak cukup hanya berani menyampaikan pendapat, tetapi juga harus mampu membaca persoalan, menguji informasi, dan memahami isu yang diperjuangkan.

Pesan itu disampaikan Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Prof Dr H Syamsuar MAg saat membuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di gedung Pendidikan Terintegrasi kampus setempat, Selasa 18 Agustus 2026.

Prof Syamsuar menyampaikan, pentingnya keberanian mahasiswa mengambil sikap terhadap persoalan publik, terutama isu-isu nasional. Namun, keberanian tersebut menurutnya harus berjalan bersama sikap kritis dan kemampuan mengkaji persoalan secara mendalam.

“Wahai kalian yang turun ke jalan, nanti turun ke jalannya harus kritis. Lihat isu-isu nasional yang mengajak kita harus betul-betul kritis,” ujar Prof Syamsuar di hadapan 225 mahasiswa baru peserta PBAK 2026.

Menurut Syamsuar, kehidupan kampus harus menjadi ruang untuk menguji berbagai pandangan. Mahasiswa akan berhadapan dengan beragam pemikiran, baik dari dosen, senior, maupun sumber pengetahuan dari berbagai negara.

Syamsuar mengingatkan, tidak semua hal yang dianggap benar oleh seseorang otomatis diterima sebagai kebenaran oleh orang lain. Perbedaan pandangan itu, justru harus dihadapi dengan tradisi akademik, salah satunya melalui penelitian.

“Kebenaran dunia ini banyak sekali. Makanya perlu research supaya kita tidak salah,” ujarnya.

Syamsuar juga menilai, hasil penelitian juga dapat berkembang seiring perubahan zaman. Temuan yang dianggap benar pada masa lalu bukan tidak mungkin dikoreksi setelah muncul penelitian dan pengetahuan baru.

Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk tidak cepat mengambil kesimpulan terhadap sebuah persoalan. Mereka perlu membangun kebiasaan membaca, berdiskusi, meneliti, dan menguji informasi sebelum menentukan sikap. Semangat kritis tersebut juga diarahkan agar organisasi kemahasiswaan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Syamsuar mendorong organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan untuk membangun ruang bersama dalam mengkaji persoalan dan merumuskan masukan.

“Organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan itu harus sama-sama menyatu, sehingga bisa mengkaji, mengevaluasi mana-mana yang bisa kita memberikan saran dan masukan,” katanya.

Selain itu, Syamsuar mengajak mahasiswa baru menjadikan masa perkuliahan sebagai proses membentuk pribadi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan masyarakat dan bangsa.

“Mahasiswa harus tumbuh sebagai generasi yang berani bersuara, tetapi tetap memiliki dasar pengetahuan dan kajian yang kuat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PBAK 2026, M Ricko Pratama menyebutkan, peserta PBAK 2026 sebanyak 225 mahasiswa baru.

Ia menyampaikan, kegiatan yang akan berlangsung hingga 20 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta berbagai aktivitas yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.