Krueng Tujoh Semakin Menyempit Karena Sawit dan Rumah Penduduk

oleh -535 Dilihat
oleh
Samsuddin (81) Tertua Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat

Foto : Samsuddin (81)

Samsuddin bercerita, saat ia kecil hingga beranjak dewasa, air Krueng Tujoh jernih dan bahkan bisa diminum. Namun sekitar tahun 1980 an ada aktivitas penebangan kayu di sepanjang aliran sungai untuk dialih fungsi menjadi kebun sawit.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Kabar terbaru terkait Krueng Tujoh cukup mengejutkan.Tertua Gampong Ujong Tanoh Darat (UTD) Kecamatan Meureubo, Samsuddin (81) menyampaikan bahwa kondisi Krueng Tujoh saat ini berbeda dengan kondisi masa dahulu.

“Sebenarnya yang membuat Krueng Tujoh berubah fungsi adalah Kebun Sawit, bukan yang lain,” ujar pria manula ini saat ditemui wartawan di UTD, Minggu 16 Agustus 2026.

Samsuddin bercerita, saat ia kecil hingga beranjak dewasa, air Krueng Tujoh jernih dan bahkan bisa diminum. Namun sekitar tahun 1980 an ada aktivitas penebangan kayu di sepanjang aliran sungai untuk dialih fungsi menjadi kebun sawit.

Foto Udara kawasan perkebunan kelapa sawit di Daerah Aliran Sungai Krueng Tujoh Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Sejak saat itu, air sungai berubah kecoklatan air payau dan ikan-ikan biota air payau mulai berkurang. Bahkan pernah terjadi peristiwa ikan dan udang mati seperti terkena racun (tuba).

“Pupuk sawit itu tumpah ke air membuat gatal. Pupuk sawit itukan bahan kimia. Saya sudah beberapa tahun sudah tidak sangup ke sungai karena usia,” keluhnya.

Sambil menikmati secangkir susu panas, Samsuddin, bercerita bagaimana warga dari dulu sampai kini menjadikan Krung Tujoh sebagai sumber ekonomi, terutama ikan air payau jenis lele (limbek krueng tujoh).

Foto udara kawasan permukiman penduduk di Daerah Aliran Sungai Krueng Tujoh Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Meski demikian kata Samsuddin, keberkahan Krung Tujoh masih tetap terjaga. Hingga saat ini sungai itu masih tersedia ikan berbagai jenis, hanya saja jumlah tangkapan yang mungkin tidak sama seperti dulu.

“Anak saya juga mancing, tadi baru diantar satu ekor Limbek hampir 1 kilogram beratnya. Per hari biasanya dapat 50 kilogram, kadang bisa lebih. Kalau ada yang dapat sedikit mungkin bukan ahli mancing, ikan limbek banyak,” tuturnya sambil tersenyum dan wajah senang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.