Hasil Seleksi Ketat Magang Jepang di Aceh Barat: 50 Peserta Terbaik Siap Diberangkatkan Tanpa Beban Biaya

oleh -217 Dilihat
oleh

Kepala Bidang Tenaga Kerja Distransnaker Aceh Barat, Aryo Brotoseno N. SSi, mengatakan peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi akan di lanjutkan ke tahap seleksi berikutnya guna menjaring peserta berkualitas.

​Aceh Barat (Meulabohnews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus mematangkan proses seleksi program pelatihan dan pengiriman tenaga kerja serta magang ke Jepang. Dari total 220 pendaftar awal, sebanyak 190 peserta berhasil lolos seleksi berkas administrasi dan melaju ke tahap berikutnya.

​Pada tahap ujian tulis, tercatat sebanyak 144 peserta hadir mengikuti tes. Tim seleksi bersama tim asistensi berkomitmen untuk tidak memberlakukan sistem gugur atau eliminasi pada tes tulis guna menjaga semangat para generasi muda daerah yang ingin belajar dan bekerja di Negeri Sakura.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Distransnaker Aceh Barat, Aryo Brotoseno N SSi, mengatakan peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi akan di lanjutkan ke tahap seleksi berikutnya guna menjaring peserta berkualitas.

​”Sebenarnya jika diberlakukan eliminasi berdasarkan standar nilai tes tulis, ada sekitar 50 peserta yang gugur. Namun, kami tidak ingin mematahkan semangat mereka, sehingga seluruh 144 peserta tetap kami berikan kesempatan untuk mengikuti tahap wawancara,” ujar Aryo di sela seleksi kegiatan di Meulaboh, Aceh Barat, Senin (28/9/2026).

​Dari penggabungan hasil tes tulis dan wawancara tersebut, tim seleksi menyaring 70 peserta terbaik. Selanjutnya, para peserta menjalani tahapan psikotes pada hari Rabu dan Kamis untuk menjaring 50 peserta terbaik yang benar-benar siap secara mental dan fisik.

​Sebagai tahapan akhir untuk memastikan kelancaran program, tim seleksi juga mengagendakan wawancara bersama orang tua, wali, atau kerabat peserta pada hari Jumat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya dukungan penuh serta izin resmi dari pihak keluarga, sehingga peserta tidak mengalami kendala atau diminta pulang di tengah masa kontrak kerja di Jepang.

​Skema Kerja Sama dan Jaminan Kelulusan

​Terkait bentuk kerja sama, pengiriman tenaga kerja ini mencakup beberapa jalur resmi pemerintah dan swasta, antara lain program magang Kemenaker, jalur Government to Government (G2G) melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI/BP3MI), serta jalur kerja sama teknis.

​Dalam pelaksanaannya, Pemkab Aceh Barat bermitra dengan LPK Kana Sakura yang telah terhubung langsung dengan Specified Skilled Worker (SSW) atau tiga perusahaan penampung di Jepang. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian penyaluran kerja bagi para peserta setelah menyelesaikan pelatihan bahasa.

​Sektor pekerjaan yang paling banyak dibuka meliputi bidang pertanian dan perawat lansia (caregiver). Selain itu, terdapat 61 jenis bidang keahlian lain—seperti pengelasan, kelistrikan, hingga otomotif—yang penempatan kerjanya disesuaikan dengan kuota dan permintaan bertahap dari perusahaan (user) di Jepang.

​Dukungan Pembiayaan KUR BSI 0% dan Bantuan Baitul Mal

​Pemerintah daerah menjamin bahwa keterbatasan ekonomi tidak akan menjadi penghalang bagi masyarakat kurang mampu untuk mengikuti program ini. Pemerintah telah menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan bunga 0% dan tanpa agunan. Calon pekerja hanya perlu menunjukkan surat kontrak kerja sama dengan perusahaan penampung di Jepang sebagai jaminan.

​”Masyarakat miskin tidak perlu khawatir atau terjebak pinjaman online (pinjol) dan utang berbunga tinggi. Selain fasilitas KUR BSI tanpa agunan, Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat atas komitmen Bupati juga siap memberikan bantuan dana stimulan bagi para peserta,” tambahnya.

​Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat merencanakan peningkatan kuota peserta pada tahun 2027 mendatang dari 50 orang menjadi 100 orang peserta pelatihan.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.