“Hari ini merupakan hari terakhir penyaluran. Untuk Kecamatan Johan Pahlawan realisasinya sudah mencapai 95 persen, dan sisa 5 persen lagi kita tuntaskan hari ini. Sesuai target, seluruh kecamatan di Aceh Barat juga harus tuntas hari ini, tanggal (30/9),” ujar Nita.
Aceh Barat (Meulabohnews) – Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) alokasi Juli hingga September 2026 di wilayah kerja Kantor Cabang (Kancab) Bulog Meulaboh, khususnya Kabupaten Aceh Barat, berjalan dengan sangat baik. Berdasarkan data terbaru, realisasi pendistribusian beras ke Penerima Bantuan Pangan (PBP) telah menyentuh angka 97,85 persen. Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) memasuki hari terakhir, Rabu (30/9).
Total pagu alokasi bantuan beras untuk Kabupaten Aceh Barat tercatat sebanyak 935.820 kg yang ditujukan bagi 31.194 PBP yang tersebar di 12 kecamatan. Seluruh kuota beras sebanyak 935.820 kg tersebut telah 100 persen diserahkan ke pihak transporter untuk selanjutnya didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Hingga hari penutupan ini, realisasi penyaluran Bapang ditargetkan tuntas 100 persen di seluruh kecamatan.
Koordinator Bapang Kecamatan Johan Pahlawan, Dinas Sosial Aceh Barat, Nita Hendriati, mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran bantuan di wilayahnya telah mencapai 95 persen.
Sisa 5 persen kuota penerima ditargetkan rampung sepenuhnya pada hari ini.
”Hari ini merupakan hari terakhir penyaluran. Untuk Kecamatan Johan Pahlawan realisasinya sudah mencapai 95 persen, dan sisa 5 persen lagi kita tuntaskan hari ini. Sesuai target, seluruh kecamatan di Aceh Barat juga harus tuntas hari ini, tanggal (30/9),” ujar Nita di Kantor Geuchik Seuneubok, Johan Pahlawan, Rabu (30/9/2026).
Mengenai kendala di lapangan, Nita menjelaskan tantangan utama dalam proses penyaluran Bapang kali ini adalah penerapan aturan penentuan proporsi Penerima Manfaat berdasarkan kategori desil (Desil 1 hingga Desil 4). Kriteria penetapan desil tersebut dinilai membutuhkan ketelitian ekstra sehingga memerlukan waktu lebih dalam pendataan.
Selain faktor teknis desil, ketepatan waktu kedatangan masyarakat penerima manfaat di lokasi pembagian juga menjadi kendala tersendiri bagi para petugas di lapangan.
”Penetapan kriteria Desil 1 sampai Desil 4 agak ribet karena kita harus benar-benar menyaring desil yang sesuai. Kalau teknis lainnya aman. Kendala lapangan lainnya biasanya terkait ketepatan waktu warga, misalnya dijadwalkan hadir jam 02.00 siang, terkadang baru datang jam 03.00 sore,” jelasnya.
Meskipun diwarnai sejumlah kendala teknis dan dinamika kehadiran warga di lapangan, pihak koordinator optimistis seluruh rangkaian penyaluran Bantuan Pangan di Kabupaten Aceh Barat dapat terselesaikan secara maksimal hingga batas waktu yang ditentukan.
Dengan persentase penyaluran ke transporter yang sudah rampung sepenuhnya dan distribusi ke masyarakat yang hampir menuntaskan seluruh kuota, program Bantuan Pangan CBP 2026 di Kabupaten Aceh Barat diharapkan dapat terus menjaga ketahanan pangan serta membantu perekonomian masyarakat penerima manfaat. [redaksi]





