Gotong Royong Bersihkan Pantai Suak Ribee, Kurdi : Kesadaran Masyarakat Mengelola Sampah Kunci Utama Meulaboh Bersih

oleh -53 Dilihat
oleh


Foto ASN saat melakukan jumat bersih di pantai wisata Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jumat (31/7/2026).(Meulabohnews)

“Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Minimal sampah tidak dibuang sembarangan. Jika membawa sampah, seharusnya dikumpulkan pada tempatnya. Semakin bersih tempat wisata, tentu akan semakin nyaman dan menarik bagi pengunjung,” ujar Kurdi.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Pemkab Aceh Barat rutin setiap jumat melaksanakan kegiatan gotong royong dengan melibatkan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di kawasan objek wisata Pantai Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Jumat (31/7/2026).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat, Dr Kurdi, mengatakan gotong royong junat bersih merupakan agenda rutin yang merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Dikatakan dari hasil pembersihan di Pantai Suak Ribee, petugas menemukan dua jenis sampah yang mendominasi kawasan tersebut yaitu sampah botol plastik minuman kemasan dan sampah ranting pohon.

“Seperti yang kita lihat tadi pagi, ada dua jenis sampah yang kita dapatkan. Pertama, sampah yang ditinggalkan pengunjung, sebagaimana lazim ditemukan di kawasan wisata. Kedua, sampah organik berupa ranting, daun, dan tumbuhan karena kawasan ini berada di sekitar permukiman yang cukup padat,” ujar Kurdi.

Ia menjelaskan, persoalan sampah di kawasan wisata merupakan tantangan yang hampir selalu ditemukan. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Minimal sampah tidak dibuang sembarangan. Jika membawa sampah, seharusnya dikumpulkan pada tempatnya. Semakin bersih tempat wisata, tentu akan semakin nyaman dan menarik bagi pengunjung,” ujar Kurdi.


Lebih lanjut dikatakan timbulnya sampah di wilayah Meulaboh pada hari biasa berkisar antara 30 hingga 40 meter kubik per hari, di luar peningkatan volume saat hari libur.


Menurutnya, sampah di kawasan pesisir relatif lebih sedikit dibandingkan kawasan lain, namun tetap banyak ditemukan di sepanjang bibir pantai, kawasan pelabuhan, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suak Indrapuri.

Untuk mendukung kegiatan gotong royong rutin setiap Jumat, DLH Aceh Barat mengerahkan dua armada pengangkut sampah dengan kapasitas sekitar 8 meter kubik.

“Setiap hari Jumat kami biasanya menggunakan dua armada. Satu armada berkapasitas sekitar 4 sampai 6 meter kubik, sehingga total sekitar 8 meter kubik sampah dapat kami angkut dari lokasi-lokasi tematik yang menjadi sasaran pembersihan,” jelasnya.

Meski demikian, Dr Kurdi menegaskan tujuan utama kegiatan gotong royong bukan sekadar mengangkut sampah, melainkan memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Keinginan kami sebenarnya adalah mengedukasi masyarakat bahwa sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan kawasan wisata menjadi lebih menarik,” tutup Kurdi.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.