Workshop Monetisasi Konten Kreatif: Mengoptimalkan Platform Digital untuk Kreator

oleh -41 Dilihat
oleh

“Mahasiswa memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi kreatif digital. Tidak hanya menghasilkan konten yang berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja melalui pemanfaatan teknologi,” kata Dedi.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Aceh Barat, Dedi Mulianda, S.IP., M.Si, menegaskan komitmen Pemkab Aceh Barat dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital melalui peningkatan literasi digital, pelatihan kreator konten, hingga pengembangan pemerintahan digital.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulianda saat menghadiri Workshop Monetisasi Konten Kreatif: Mengoptimalkan Platform Digital untuk Kreator Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Minggu (2/8/2026).

Dedi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif RI yang telah memilih Aceh Barat sebagai lokasi pelaksanaan workshop. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam memanfaatkan ruang digital sebagai sumber ekonomi baru.

“Mahasiswa memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi kreatif digital. Tidak hanya menghasilkan konten yang berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja melalui pemanfaatan teknologi,” kata Dedi.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Diskominsa terus mendorong peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, menciptakan konten yang edukatif, inspiratif, dan bernilai ekonomi.

Dedi menjelaskan bahwa Diskominsa telah memiliki peta jalan dan arsitektur pemerintahan digital sebagai fondasi pengembangan ekonomi digital di Aceh Barat.

Menurutnya, dari 100 program prioritas Bupati Aceh Barat, delapan program berkaitan langsung dengan pengembangan ekonomi digital.

“Ekonomi kreatif menjadi bagian dari visi dan misi Bupati Aceh Barat. Tahun lalu sudah dilaksanakan pelatihan content creator bagi 50 peserta, termasuk penyediaan fasilitas podcast sebagai media publikasi pemerintah sekaligus mendorong lahirnya kreator digital di daerah,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga telah menyelenggarakan pelatihan pembuatan konten promosi wisata. Dedi mengatakan, hampir seluruh perangkat daerah kini mulai mengubah pola kerja dari sekadar kegiatan seremonial menjadi program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia berharap kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif terus diperkuat agar pengembangan ekonomi kreatif di Aceh Barat semakin terarah.

Menurutnya, Aceh Barat juga memiliki potensi besar melalui kekayaan budaya, salah satunya motif khas daerah Sulubayung yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda dan dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif.

“Melalui kolaborasi ini kami berharap semakin banyak peluang yang dapat dikembangkan, sehingga ekonomi kreatif mampu menjadi salah satu sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh Barat,” tutup Dedi.[ril]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.