Aceh Barat ((Meulabohnews) – Pemandangan yang berbeda terlihat di kawasan wisata Pantai Batu Putih, Gampong Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Sabtu 13 Juni 2026 pagi.Jika biasanya anggota Satreskrim Polres Aceh Barat identik dengan tugas penegakan hukum dan penyelidikan kasus, kali ini mereka hadir membawa sapu, kantong plastik hitam, dan peralatan gotong royong.
Dengan mengenakan pakaian olahraga berwarna kuning dan celana hitam, puluhan personel reserse menyusuri kawasan pantai yang menjadi bagian dari objek wisata sejarah Kupiah Meukeutop Teuku Umar.
Mereka memungut sampah yang berserakan di sepanjang pesisir, menyapu daun-daun cemara yang berguguran di atas pasir, hingga membersihkan sudut-sudut yang selama ini luput dari perhatian.Tak sedikit anggota polisi yang harus masuk ke sela-sela beton tanggul pengaman pantai untuk mengangkat sampah yang tersangkut dan menumpuk di antara celah-celah sempit.
Satu per satu sampah dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik besar sebelum diangkut dari lokasi.Di tengah teriknya matahari pagi, tidak terlihat sekat antara tugas kepolisian dan kepedulian sosial. Mereka bekerja bersama, saling membantu, dengan tujuan sederhana menjadikan lingkungan lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang mengusung semangat “Polisi untuk Masyarakat”.
Usai membersihkan kawasan pantai, para personel Satreskrim melanjutkan aksi sosial ke sejumlah sekolah, yakni MIN 11 Aceh Barat dan MTsS HBS Aceh Barat.Suasana sekolah yang relatif sepi karena para siswa telah menyelesaikan ujian kenaikan kelas tidak mengurangi semangat mereka untuk bekerja.
Di halaman sekolah, para polisi kembali menyapu, mengumpulkan sampah, dan membersihkan daun-daun kering yang berserakan. Menariknya, kegiatan itu tidak dilakukan sendiri.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak-bapak polisi dari Satreskrim Polres Aceh Barat yang hari ini ke sekolah kami melakukan banti sosial gotong royong membersihkan madrasah,” ucap Kepala MTsS HBS, Suandi, M.A.
Senada juga disampaikan kepala MIN 11 Aceh Barat. Bersyukur dan terimakasih atas kehadiran abdi negara itu dengan misi sosialnya ke madrasah mereka.
Sejumlah guru laki-laki dan perempuan turut bergabung, memegang sapu dan alat kebersihan, menciptakan suasana gotong royong yang hangat dan penuh kebersamaan.
Bagi para guru, kehadiran polisi yang ikut membersihkan lingkungan sekolah memberikan pesan bahwa menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu pihak.
Setelah gotong royong usai, para polisi yang biasa berpakaian olah raga ini menyerahkan semua peralatan gotong royong mereka kepada pihak sekolah.
Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K. mengapresiasi kegiatan yang dilakukan jajarannya. Menurutnya, aksi tersebut menjadi salah satu wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Ini adalah salah satu bukti bahwa Polisi untuk Masyarakat. Polisi hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Ia menjelaskan, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Polisi untuk Masyarakat, Saat Tangan-Tangan Reserse Memungut Sampah di Pantai dan Sekolah tidak hanya melaksanakan kegiatan bakti sosial, tetapi juga berbagai kegiatan keagamaan serta program yang bertujuan memperkuat nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat.
Di balik seragam dan tugas penegakan hukum yang melekat pada institusi kepolisian, pagi itu masyarakat melihat sisi lain dari seorang polisi.Bukan sedang mengejar pelaku kejahatan atau mengatur lalu lintas, melainkan memungut sampah, menyapu halaman sekolah, dan bekerja bersama warga.
Sebuah pesan sederhana yang ingin disampaikan pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini: kehadiran polisi bukan hanya ketika terjadi masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan kepedulian dan teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Tema “Polisi untuk Masyarakat” pun terasa hidup, bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang menyentuh lingkungan dan kehidupan warga secara langsung.






