Penyuluh Pantau Kondisi Ratusan Hektar Sawah Kekeringan, Pemda Siap Distribusi Pompanisasi

oleh -43 Dilihat
oleh

Tim penyuluh dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Samatiga turun memeriksa kondisi sawah yang kekeringan di Desa Cot Amun, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Senin (27/7/2026).(Meulabohnews).

Aceh Barat (Meulabohnews) – Kabupaten Aceh Barat saat ini mulai memasuki musim kekeringan. Kondisi ini diakibatkan oleh tidak tersedia sumber air selama kekeringan melanda wilayah Aceh.

Tim penyuluh dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Samatiga turun memeriksa, sekaligus melaporkan kondisi di lapangan. Kerusakan tersebut dialami tanaman padi berumur sekitar 20 hari setelah tanam (HST) akibat kekurangan air.

“Tanaman padi ini baru berumur 20 hari setelah tanam dan kondisinya kekeringan parah, bahkan beberapa kita lihat kondisinya hampir mati,” ujar Via Julita, SP Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Samatiga, saat meninjau tanaman padi di Gampong Cot Amun, Senin (27/7/2026).

Wilayah kecamatan samatiga sebagian besar adalah sawah tadah hujan. Pompanisasi merupakan kebutuhan mutlak untuk menjaga keseimbangan musim tanam hingga pasca panen.

Via Julita, menyarankan segera adanya intervensi mengaliri air ke area sawah tersebut sebagai upaya penyelamatan. Kemudian dilakukan pemupukan untuk meningkatkan kembali kesuburan dan pemantauan OPT.

“Kondisi padi masih bisa diselamatkan apabila kebutuhan air tercukupi dimasa pertumbuhan saat ini,, setelah itu dilakukan pemupukan dan pemantauan OPT,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat, Rahmi Rukhyat, S.P, M.P menyampaikan, Pemkab Aceh Barat sudah menyiapkan dan mendistrubusikan alat mesin pertanian (alsintan) berupa mesin pompa air. Karena kondisi kekeringan saat ini dialami di beberapa kecamatan daerah sentra pertanian tanaman pangan.

“Kekeringan yang terjadi bukan hanya di Samatiga, tapi juga ada beberapa kecamatan lain seperti Kaway XVI, Johan Pahlawan. Beberapa titik lokasi sudah kita distribusikan mesin untuk mengaliri air ke sawah,” ujarnya.

Pemda saat ini juga tengah melakukan pendataan lebih spesifik daerah yang mengalami kekeringan sawah. Data sementara sudah sekitar 375 hektare yang dilaporkan kekeringan dan sudah disiapkan pompanisasi.

Kondisi ini juga telah dilaporkan kepada pimpinan dan telah diperintahkan melakukan segala cara untuk antisipasi tidak merugikan petani lebih besar.

“Kita terus mendata daerah-daerah yang mengalami kekeringan sawah. Langsung kita distribusikan mesin. Cuma kendalanya.mungkin sumber air di beberapa lokasi tidak tersedia,” ujar Rukhyat.

Pada tahun ini musim tanam di Aceh Barat berjalan serentak, kebutuhan air untuk sawah juga lumayan banyak. Sementara setelah musim tanam kondisi curah hujan sedikit membuat sawah-sawah tadah hujan kekeringan.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.