“Pemantauan inflasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Meulaboh,” ujar kurdi di Meulaboh, Rabu (30/9/2026).
Aceh Barat (Meulabohnews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui data yang diolah dari BPS Provinsi Aceh, Statistik merilis laporan perkembangan inflasi bulanan Year-on-Year Kota Meulaboh sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data grafik tersebut, tingkat inflasi Kota Meulaboh mengalami fluktuasi secara bertahap sepanjang tahun 2026
Januari Inflasi dibuka pada angka 5,12%, Februari Puncak Tertinggi mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai 6,83%, yang menjadi angka inflasi tertinggi sepanjang tahun 2026.
Maret dan April Titik Terendah Inflasi mengalami penurunan hingga mencapai titik terendah pada bulan April di angka 3,14%.
Mei dan Juli Bergerak relatif stabil di rentang 3,99% Mei, 3,89% Juni, dan 3,50% Juli.
Agustus hingga Desember: Menunjukkan tren kenaikan bertahap (uptrend) dari 3,85% pada Agustus hingga ditutup pada angka 5,21% pada akhir tahun 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat, Kurdi, menegaskan pentingnya pemantauan laju inflasi secara berkala demi kelangsungan perekonomian daerah.
“Pemantauan inflasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Meulaboh,” ujar kurdi di Meulaboh, Rabu (30/9/2026).
Dalam laporan tersebut, terdapat empat faktor utama yang memengaruhi dinamika angka inflasi di Kota Meulaboh.
Harga Pangan dipengaruhi oleh dinamika perubahan pasokan dan jalur distribusi.
Transportasi terimbas oleh adanya penyesuaian harga bahan bakar.
Permintaan masyarakat meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Kebijakan pemerintah dalam mengambil langkah intervensi pengendalian harga dan menjaga stabilitas pasar.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan instansi terkait guna menjaga pergerakan inflasi berada pada rentang yang wajar dan kondusif bagi perekonomian masyarakat.[redaksi]





