Laut Aceh Barat Memiliki Rip Current, Apa itu? Begini Penjelasan Kapolres Aceh Barat

oleh -651 Dilihat
oleh

Aceh Barat (Meulabohnews) – Korban meninggal usia anak-anak dan remaja di laut wilayah pesisir Aceh Barat beberapa kali telah terjadi. Selama tahun 2026 ini saja sudah dua remaja korban meninggal terseret arus air laut dan tenggelam.

Peristiwa ini sebenarnya bukan sekadar kecelakaan biasa, tetapi ada kondisi alam maupun faktor buatan yang menyebab munculnya apa yang disebut Rip current atau sering disebut arus balik atau arus pecah.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K.M.I.K menjelaskan, apa itu Rip Current dan berbagi tips menghadapi apabila terjebak dalam siklus air gelombang deras ini. Hal ini juga menyikapi peristiwa merengut nyawa seorang remaja Aceh Barat atas nama Muhammad Harita Haziq alias Arif (15 ).

Korban terseret arus air laut dan ditemukan meninggal dunia pada Rabu 20 Mei 2026 siang.”Masyarakat secara luas harus memahami bagaimana kondisi perairan Aceh Barat yang bisa saya simpulkan itu 90 persen tidak aman untuk wisata mandi laut,” ujar AKBP Yhogi kepada sejumlah wartawan.

Apa itu Rip Current?

Rip current ini sangat berbahaya, apalagi saat musim tertentu. Ia adalah aliran air deras yang bergerak sempit dan kuat dari bibir pantai langsung menuju ke tengah laut.

Kapolres Aceh Barat menjelaskan, fenomena ini terbentuk akibat gelombang laut yang pecah dan menabrak garis pantai. Air yang terdorong ke daratan kemudian berkumpul dan mencari celah atau jalur paling mudah untuk mengalir kembali ke laut lepas, menciptakan arus balik yang kuat.

“Rip Current ini memang sudah ada di sepanjang garis pantai Aceh Barat yang berhadapan langsung Samudera Hindia. Apalagi pada musim angin barat itu semakin berbahaya,” tegas AKBP Yhogi.

Laut Aceh Barat memiliki zona rip current ini karena sangat sedikit terumbu karang. Sementara pesisir daratan semakin rendah dan memiliki celah panglung pantai.

Fenomena ini akan memperlihatkan kondisi air laut saling bertabrakan dari berbagai arah dan memiliki pusara menyerap dan menyeret apapun ke tengah laut.

“Korban yang ditemukan hari ini, itu posisinya sudah di luar garis rip current sekitar 2 mil dari pantai. Memang seperti itu kejadiannya, apapun benda diseret jauh ke tengah,” ujarnya lagi.

Terus, apa yang dilakukan seseorang apabila berada dalam zona berbahaya demikian. Pertama harus dilakukan adalah jangan berenang melawan arus ke daratan.

“Berenang ke samping, jangan melawan arus ke pantai karena nggak bakalan mampu, sekalipuh ahli,” beber AKBP Yhogi yang juga dikenal jago renang ini.

Paling penting kata Kapolres, bahwa menghindari wisata mandi di pantai Aceh Barat adalah yang terbaik. Apalagi petugas penjaga pantai baik dari Polri, TNI AL maupun BPBD di kawasan wisata tidak ada titik prioritas setiap saat.

Harapannya, masyarakat Aceh Barat maupun dari luar yang berkunjung ke kawasan pantai Aceh Barat tidak lengah. Apalagi jika membawa anak-anak ke pantai wisata.(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.