Karhutla Membawa Petaka, Kehadiran Polisi Membawa Berkah Bagi Alam Semesta

oleh -40 Dilihat
oleh

Kapolres Aceh Barat, AKBP Agus Sulistianto S.H., S.I.K secara masif melakukan sosialisasi berbagai media seperti pemasangan pamplet, media digital, tatap muka langsung dengan mengunjungi dan patroli rutin unit Polsek masing masing wilayah rawan guna mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk yang ditimbulkan Karhutla.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Pagi nan cerah dengan suhu 32 derajat seperti membakar ubun ubun, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi perhatian khusus bagi Kepolisian Aceh Barat yang ber markas di Jalan Swadaya.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Agus Sulistianto S.H., S.I.K secara masif melakukan sosialisasi berbagai media seperti pemasangan pamplet dan media digital, tatap muka langsung dengan mengunjungi dan patroli rutin unit Polsek masing masing wilayah rawan guna mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk yang ditimbulkan Karhutla.

Hari ini Selasa (8/9/2026), pukul 8.30 wib Personel Polisi di bawah Komando Wakapolres Kompol Hari Purnomo S.H., MH sang komandan penjinak api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bergegas menuju Desa Leukeun dengan jumlah 15 personel berikut dukungan satu unit kendaraan dobel kabin, tiga unit motor trail, dua unit mesin pompa air berikut set pipa komplit. 

Personel Polisi Aceh Barat sudah wara wiri setiap hari sejak sepekan terakhir ke lokasi Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Johan Pahlawan, Kaway XVI, Samatiga dan Woyla.

Setiba di titik akhir jalan Desa Leukeun sekira pukul 11.00 wib , kendaraan roda empat harus di parkir sebab rute yang akan di tempuh sejauh 5 kilometer hanya bisa di lalui dengan roda dua atau jalan kaki selanjutnya sekitar 800 meter.

Foto petugas polisi saat membawa mesin pompa untuk pemadaman Karhutla di Desa Leukeun, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (8/9/2026).(Meulabohnews).

Tiga unit motor trail yang di kendarai petugas membawa peralatan mesin pompa berikut set selang dengan pendukung.

Jalan kaki sejauh lima kilometer mulai di tapaki oleh wakapolres bersama personil dengan lahan gambut berdebu dan menapaki tiga jembatan kayu lapuk.

Sepanjang jalan terlihat petugas mulai menepi dan terkadang melambat akibat cuaca panas membakar kalori dan kulit.

Beberapa kali motor trail terpaksa di dorong diatas jembatan batang kelapa di belah dua dengan sigap agar tidak jatuh kedalam parit.

Pukul 12.00 wib sebagian pesonil yang telah tiba ambil posisi istirahat sembari menunggu mesin pompa set berikut pendukung.

Foto Wakapolres bersama personil saat shalat zuhur di lokasi Karhutla di Desa Leukeun, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (8/9/2026).(Meulabohnews).

Dengan tenaga mulai menurun akibat kalori terbakar drastis di bawah suhu 35 derajat saat puncak matahari, personil mulai menyiapkan tenda darurat dibawah arahan Wakapolres untuk persiapan shalat dan makan siang.

Suasana mulai mencair saat Wakapolres meminta seluruh personil makan siang dan istirahat saat tiba waktu pukul 12.30 wib.

Gelak tawa dan canda yang membuat suasana bak pasar yang riuh akibat candaan Wakapolres tentang cerita seorang pria yang membuang istri ke dalam sumur tua yang di huni jin penunggu.

Singkat cerita setelah membuang sang istri kedalam sumur sejurus kemudian keluar jin dan bertanya siapa yang mencampakan perempuan kedalam sumur ini?

Sang pria menjawab, saya wahai jin, anda baru 15 menit mendengar kecerewetan istriku tak sanggup menahan, apalagi aku sudah 30 tahun bersama dia makanya aku buang, ujar sang pria itu.

” Kita ini hidup memang sudah di takdirkan sesuai dengan jalan masing masing jadi jangan lari dari takdir dan cerita pria yang membuang istri ke sumur tua menjadi pelajaran kalau pria itu harus kuat dan tegar seperti saat ini kita memghadapi kobaran api membakar Lahan,” ujar Kompol Hari Purnomo.

Setelah perut kenyang dan tenaga mulai terisi Wakapolres bersama personil tiba waktunya melaksanakan  shalat  zuhur berjamaah dengan sigap menjadi imam dan larut dalam shalat khusyuk yang syahdu di tengah hutan dengan latar kepulan asap tipis pertanda lahan terbakar mulai padam.

” Hari ketiga pemadaman ini di Desa Leukeun dengan dukungan tim gabungan terdiri dari personil Polri, TNI, BPBD dan dukungan masyarakat insya Allah Karhutla padam 100 persen, ” ujar Kompol Hari Purnomo.

Foto petugas Polisi saat mempersiapkan mesin pompa untuk pemadaman Karhutla di Desa Leukeun, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (8/9/2026).(Meulabohnews).

Sejurus kemudian Personil mulai menyalakan mesin pompa air dengan selang yang sudah di sambung berikut nozel semburan air menerpa asap tipis lahan gambut yang mulai redup seiring desing mesin tanpa henti memompa.

Berjibaku dalam tekanan suhu panas dan semburan air terkadang membawa oleng belasan personil dengan sigap menjinjing selang air sepanjang 100 meter lebih menuju titik akhir pendinginan dan menyekat ruang api agar tersekat.

Jam demi jam berlalu hingga tiba redup matahari di ujung Barat mulai pertanda malam tiba menjemput kegelapan dengan suara jangkrik memutus kesunyian.

Personil Polisi Polres Aceh Barat mulai merapikan alat dengan bahu membahu bersiap pulang sebab karhutla di Desa Leukeun sudah padam total.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan untuk bertani dan kebun dengan cara membakar, sebab asap yang ditimbulkan berbahaya untuk kesehatan dan merusak vegetasi dan tentu merugikan kita semua, ” tegas Kompol Hari Purnomo.

Foto lahan yang sudah padam 100 persen di Desa Leukeun, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (8/9/2026).(Meulabohnews).

Dari Kebakaran Hutan dan Lahan dapat di tarik kesimpulan Alam tidak membutuhkan manusia, tetapi sebaliknya manusia sangat membutuhkan alam untuk kelangsungan hidup yang sehat dan keberlanjutan iklim dunia.

Kehadiran Polisi di tengah kebakaran hutan dan lahan untuk melakukan pemadaman menjadi simbol kepedulian kepada alam semesta dan sesama, semua individu memiliki sisi jiwa dasar manusiawi dan berperilaku mulia demi sebuah pengabdian untuk alam lestari. [redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.