Firman saat berada di pekarangan rumah yang dijadikan tempat budidaya sayur hidroponik di Desa Seuneubok, Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (13/8/2026).
Aceh Barat (Meulabohnews) – Bertani tak mesti harus memiliki lahan yang luas dan peralatan serba lengkap, berangkat dari keterbatasan lahan dan waktu, pekarangan ukuran 10 x 5 meterpun disulap jadi tempat aneka budidaya sayur dan buah buahan di tanam pada media hidroponik dan Polibek.
Berangkat dari hobi bertani dengan kesibukan sehari hari sebagai anggota polri di Polres Aceh Barat. Firman (35) warga Desa Seuneubok, meulaboh mengaku awalnya hanya sekedar iseng iseng di pekarangan belakang rumah tempat jemur pakaian dan gudang barang.
Dengan modal coba coba dan belajar dari berbagai refensi di google dan platform internet ia berhasil budidaya sayuran seperti sayur seledri, selada, pakcoi, bunga kol pada media tanam hidroponik.

Dari budidaya buah buahan seperti anggur, melon, jambu dan pokat yang dikemas pada media polibek yang di tempatkan pada sudut rumah dengan posisi estetik.
” Awalnya karena coba coba saat musibah banjir bandang melanda Aceh akhir november 2025, karena susah mendapatkan sayur segar saat itu, saya coba budidaya sayur sayuran di media hidroponik dan tanaman buah buahan dengan berbekal belajar di internet,” ujar Firman, di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Kamis (13/8/2026).
Untuk hidroponik semua bahan di beli di toko bangunan dengan alat seadanya dirakit sendiri dengan model pipa dan talang air plastik.
Daun selada yang dibudidaya Firman biasa dijual ke beberapa pelanggan warung sekitar kota meulaboh dengan harga perkilogram Rp. 50 ribu. Namun demikian ketika ada kawan dan kolega datang bertamu Firman menjadikan sebagai buah tangan.
“Perawatan hidroponik sangatmudah dan lebih efisien waktu dan tenaga, tidak perlu cangkul dan alat pertanian yang berkutat dengan tanah atau kesibukan menyiangi rumput setiap hari,” ujar Firman.

Untuk bahan seperti pupuk dan aneka tambahan bahan dipesan melalui online shop dengan harga lebih terjangkau.
Metode budidaya hidroponik bukan sekadar tren sesaat, melainkan jawaban atas tantangan ketahanan pangan modern. Dengan perawatan yang terukur, bebas dari gangguan hama tanah, serta hasil panen yang lebih bersih dan cepat, hidroponik menjadi pilihan cerdas bagi petani maupun masyarakat umum.[redaksi]




