Mesin Pirotek hasil ciptaan mahasiswa Universitas Teuku Umar Meulaboh di Workshop Desa Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Selasa (7/7/2026).(Meulabohnews/Yulham).
Aceh Barat (Meulabohnews) – Empat mahasiswa jurusan Tehnik Industri Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh berinovasi membuat mesin pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang diketuai oleh Adi Syahputra, anggota Robela, Rangga Fages dan Husaini.
Ide pertama berawal dari keresahan masyarakat akan banyaknya sampah plastik yang mencemari lingkungan, dengan cara dibakar yang berakibatkan pencemaran udara dan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Hal ini di ungkapkan oleh Dosen Tehnik Industri UTU Meulaboh yang sangat gigih dan terkenal humble yaitu Heri Tri Irawan saat Meulabohnews.com bertandang ke workshop tempat ia berkarya dan membina para mahasiswa di Desa Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Selasa (7/7/2026).

Mesin Pirotek hasil ciptaan mahasiswa Universitas Teuku Umar Meulaboh menggunakan bahan bakar kayu bakar di Workshop Desa Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Selasa (7/7/2026).(Meulabohnews/Yulham).
“Gagasan pertama berawal dari keresahan masyarakat dimana pengolahan sampah di bakar atau berakhir di TPA sehingga tidak ada nilai tambah lebih,” ujar Heri
Saat ditanya, Heri mengatakan ada empat mahasiswa didikan nya yang saat ini tengah berupaya mengembangkan alat untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM), meski alat ciptaan anak didiknya sangat sederhana namun mampu menghasilkan dalam satu kilogram sampah plastik menjadi BBM jenis solar sebanyak 0.6 sampai 0.9 liter.
Alat yang di beri nama Pirotek dirakit dari bahan seadanya dari sumbangan tetangga dan beberapa bagian di beli secara patungan lalu di buat reaktor dengan kapasitas lima kilogram dengan bahan bakar dari kayu.
Lebih lanjut dikatakan untuk kondensatnya di buat dengan dua jalur yang masih perlu di sempurnakan agar aliran uap panas dari reaktor menuju pipa yang sudah di bentuk mampu menghasilkan uap yang alirannya ke atas dan minyak menuju aliran bawah pipa secara presisi dan maksimal.

Bahan bakar solar dari sampah plastik hasil inovasi mahasiswa Universitas Teuku Umar Meulaboh di Workshop Desa Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Selasa (7/7/2026).(Meulabohnews/Yulham).
” Mesin ini sangat sederhana dengan menggunakan beberapa komponen, reaktor kapasitas kecil, kondensor sangat sederhana. Berharap kedepan bisa ditambah pengatur suhu dan tekanan, pipa pengalir minyak bisa di bentuk melengkung agar lebih maksimal kerja kondensatnya, ” ujar Heri.
Jenis BBM yang dihasilkan masih dalam bentuk standar solar biasa yang berwarna agak keruh. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna memerlukan beberapa alat tambahan yang outputnya bisa menjadi tiga jenis BBM.

Dosen Tehnik Industri Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Heri Tri Irawan.(Meulabohnews/Yulham).
Pirolis proses dekomposisi termokimia menghasilkan tiga jenis output, pertama gas lalu minyak dan karbon. Dari minyak atau BBM ini yang masih bentuk standard, bila dalam proses kondensasi dengan suhu tertentu bisa menghasilkan tiga jenis BBM seperti solar, minyak tanah dan bensin.
“Mesin Pirotek ini bisa menjadi solusi limbah sampah, jadi masyarakat akan menjadikan sampah bernilai bisnis dan Aceh Barat bersih dari sampah. Insya Allah bila kita mampu memperbaiki teknologi yang ada saat ini bisa menjadi peluang usaha masyarakat,” ujar Heri.
Proyek pembuatan mesin Pirotek diakui Heri beberapa kali terjadi error saat percobaan sehingga membutuhkan waktu sekitar dua minggu lebih untuk mesin sempurna bekerja sesuai konsep.
Bahan baku yang digunakan untuk proses pirolisis yaitu sampah bekas botol minuman mineral, kantong plastik, stereofoam dan beberapa jenis plastik lain yang harus dipilah.
Lama proses pembakaran sampah dalam reaktor sekitar satu jam lebih dengan suhu yang dijaga agar proses pirolisis dekomposisi termokimia maksimal.
” Proses pembakaran sampah dalam reaktor untuk menghasilkan BBM sekitar satu jam lebih, dengan menjaga suhu pembakaran stabil mampu menghasilkan uap panas menuju kondensor lalu mengubah menjadi minyak dan gas dengan efektif,” jelas Heri.

Mahasiswa Tehnik Industri Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Adi Saputra, selaku ketua tim.(Meulabohnews/Yulham).
Sementara itu ketua tim inovasi, Adi Syahputra mengatakan awal mereka berinovasi membuat alat Pirotek dengan keresahan akan sampah plastik yang mencemari lingkungan seperti di jalan dan sungai.
” Kami berempat bersama sama mencoba membuat alat pirolisis sampah dengan berbagai kendala error saat mencoba hingga beberapa kali, dengan bimbingan dosen pembimbing bapak Heri akhirnya alat Pirotek ini berhasil kami rakit,” ujar Adi.
Solar standard hasil proses pirolisis yang di lakukan oleh para mahasiswa ini tentu perlu dilakukan standarisasi agar bahan bakar aman di gunakan oleh kendaraan dan ramah lingkungan sehingga bisa dijadikan BBM alternatif murah berkelanjutan dengan bahan baku melimpah disekitar.
Alat Pirotek portable yang di rakit oleh mahasiswa UTU ini menjadi cikal bakal arah perubahan pengolahan sampah plastik dengan nilai ekonomi untuk masa depan Aceh Barat berinovasi.
berharap kedepan pemerintah dan stakeholder bisa membantu pendanaan untuk menyempurnakan alat Pirotek ciptaan anak didiknya untuk bisa di produksi secara masal demi kepentingan masyarakat umum.[eon]





