Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat saat melakukan inspeksi kesehatan lingkungan tempat pengolahan pangan ke sejumlah rumah makan, warkop, catering dan depot air minum isi ulang di Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (8/7/2026).(Meulabohnews/Yulham)
” Kami dari Puskesmas Suak Ribee, tiap tahun itu ada pemantauan kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan. Tempat pengolahan pangan, tujuannya memantau melihat jadi apa apa saja yang dilihat seperti penggunaan air sumur, air bor atau air isi ulang dan termasuk sampahnya yang dipilah agar kebersihan lokasi terjaga, ” ujar Rahmi.
Aceh Barat (Meulabohnews) – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat melalui Puskesmas Suak Ribee melakukan inspeksi kesehatan lingkungan tempat pengolahan pangan ke sejumlah rumah makan, warkop, catering dan depot air minum isi ulang di Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan inspeksi tersebut dilakukan terhadap 50 lokasi tempat pengolahan pangan yang bertujuan untuk pembinaan, pemantauan dan pengawasan agar masyarakat aman saat mengkonsumsi makanan dan minum yang di sediakan oleh pihak pengelola.
Petugas Puskesmas Suak Ribee, program kesehatan lingkungan , Rahmi Juliantika AMKL bersama Mirna Wahyuni S.kep mengatakan inspeksi kesehatan lingkungan tempat pangan ini telah dilakukan sejak bulan Februari dengan target 50 tempat dikunjungi di lingkungan binaan Puskesmas Suak Ribee.
” Kami dari Puskesmas Suak Ribee, tiap tahun itu ada pemantauan kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan. Tempat pengolahan pangan, tujuannya memantau melihat jadi apa apa saja yang dilihat seperti penggunaan air sumur, air bor atau air isi ulang dan termasuk sampahnya yang dipilah agar kebersihan lokasi terjaga, ” ujar Rahmi.
Terhadap kesehatan air yang digunakan pihaknya juga melakukan test sanitasi secara kimia ada berapa parameter yang harus di periksa. Puskesmas Suak Ribee menyediakan alat Sanitarian kit untuk memeriksa standar baku air yang layak konsumsi.
Pengolahan sampah juga di edukasi terhadap jenis sampah basah dan kering yang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat untuk pegangkutan sampah agar tidak dibuang sembarangan.
” Hingga saat ini kita belum menemukan kasus keracunan atau masalah kesehatan di kafe, warung, depot isi ulang dan catering yang ada di bawah binaan Puskesmas Suak Ribee, ” ujar Rahmi.
Untuk pembinaan kepada sejumlah rumah makan dan kafe di sarankan menyediakan wastafel untuk mencuci tangan dan ketersediaan tempat sampah yang memadai agar tercipta lingkungan bersih dan asri.
Kesehatan lingkungan dan inspeksi pangan merupakan satu kesatuan yang terus di lakukan sosialisasi dan edukasi oleh Dinas Kesehatan Aceh Barat untuk menciptakan kenyamanan dan dampak positif bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.[eon]





