Dari Woyla Barat untuk Dunia, Siswa SMA Negeri 1 Woyla Barat Torehkan Prestasi di Terengganu Malaysia.

oleh -46 Dilihat
oleh

Keikutsertaan dalam kompetisi tingkat internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Woyla Barat. Para siswa tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa nama Aceh Barat dan Indonesia untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah dan negara.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Hal tersebut dibuktikan oleh SMA Negeri 1 Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, yang berhasil membawa siswinya tampil dan menorehkan prestasi dalam ajang Asia Pacific Olympiad Championship (APOC) yang berlangsung pada 7–10 September 2026 di Terengganu, Malaysia.

Keikutsertaan dalam kompetisi tingkat internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Woyla Barat. Para siswa tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa nama Aceh Barat dan Indonesia untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah dan negara.

Kepala SMA Negeri 1 Woyla Barat, Nurhayani, S.Pd., M.Si., mengaku haru dan bangga melihat keberanian serta perjuangan anak didiknya dapat tampil di panggung internasional.

” Saya sangat haru dan bangga. Ini membuktikan bahwa sekolah yang berada di pelosok bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan semangat, kemauan belajar, keberanian, serta dukungan dari orang tua dan masyarakat, anak-anak kita mampu bersaing hingga tingkat internasional,” ujar Nurhayani di Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (12/9/2026).

Dikatakan Nurhayani bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada GTK dan OSIS SMA Negeri 1 Woyla Barat, orang tua siswa, Muspika, tokoh masyarakat, para Kepala Desa Woyla Barat, para pengusaha dan mitra, Ketua dan Anggota DPRK Aceh Barat, PT MIFA, Kebun Kulam Meriya Woyla Barat, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan.

” Alhamdulillah, berkat bantuan dana, doa, dan motivasi dari berbagai pihak, anak-anak kami bisa mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi di ajang internasional. Ini adalah bukti bahwa ketika sekolah, orang tua, masyarakat, pemerintah, dan para mitra bersatu mendukung pendidikan, maka anak-anak dari pelosok pun mampu mengukir prestasi,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman mengikuti APOC dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk berani bermimpi lebih tinggi, meningkatkan kemampuan, dan tidak minder karena berasal dari daerah pelosok.

” Jangan pernah menjadikan tempat kita berasal sebagai batas untuk bermimpi. Dari Woyla Barat, kita buktikan bahwa generasi Aceh Barat mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional.” tutup Nurhayani.[ril]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.