Cot Pluh Juara I Lomba Merangkai Ranub Meuh Batee Tingkat Samatiga

oleh -159 Dilihat
oleh
Peserta dan perwakilan gampong berfoto bersama usai mengikuti Lomba Merangkai Ranub Meuh Batee tingkat Kecamatan Samatiga di Aula Kecamatan Samatiga, Jumat (14/8/2026).

MeulabohNews, ACEH BARAT — Suasana berbeda terasa di Aula Kecamatan Samatiga, Jumat pagi, 14 Agustus 2026. Di tengah rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, puluhan peserta dari berbagai gampong sibuk menyusun ranub meuh batee dengan penuh ketelitian.

Sebanyak 32 gampong se-Kecamatan Samatiga ikut ambil bagian dalam lomba yang untuk pertama kalinya digelar oleh TP-PKK Kecamatan Samatiga dalam bentuk kompetisi tersebut.

Setelah proses penilaian selesai, Gampong Cot Pluh memperoleh nilai tertinggi dengan 120 poin dan ditetapkan sebagai Juara I. Gampong Leuken berada di posisi kedua dengan 114 poin, sementara Gampong Paya Lumpat meraih Juara III dengan 109 poin.

Untuk kategori juara harapan, Gampong Cot Mesjid meraih Harapan I, Gampong Ujong Nga Harapan II, dan Cot Darat Harapan III.

Ketua Panitia, Roza Nofiana, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah memberikan hasil terbaik dalam perlombaan yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme dari seluruh gampong. Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah ikut berpartisipasi,” ujar Roza.

Menurutnya, kehadiran 32 gampong dalam kegiatan tersebut menjadi hal yang menggembirakan. Selain menjadi bagian dari kemeriahan HUT RI, perlombaan juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengenal salah satu tradisi yang ada dalam kehidupan masyarakat Aceh.

“Harapan kita, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan. Bukan hanya sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengenalkan dan menjaga tradisi yang kita miliki,” katanya.

Dalam perlombaan tersebut, setiap peserta diberikan waktu selama dua jam untuk menyelesaikan rangkaian ranub meuh batee. Hasil karya kemudian dinilai berdasarkan kerapian dan keindahan, teknik merangkai, kelengkapan bahan, kreativitas, serta kebersihan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Gampong Cot Pluh, Fitri Liana, menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diperoleh. Ia juga memberikan apresiasi kepada peserta yang telah mewakili Gampong Cot Pluh dalam perlombaan tersebut.

“Alhamdulillah, kita bersyukur atas hasil yang diperoleh. Terima kasih kepada semua yang sudah ikut mempersiapkan dan memberikan dukungan. Mudah-mudahan hasil ini menjadi penyemangat bagi kita semua,” kata Fitri.

Ia berharap kegiatan yang mengangkat unsur adat dan budaya seperti ranub meuh batee dapat terus mendapat perhatian dari masyarakat.

“Budaya akan tetap dikenal kalau terus diperkenalkan dan dilakukan. Semoga anak-anak dan generasi muda kita juga semakin mengenal tradisi seperti ini, sehingga apa yang sudah ada sejak dulu tetap bisa kita lihat dan rasakan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Perlombaan berlangsung dalam suasana yang cukup hangat. Masing-masing peserta berusaha menyelesaikan rangkaiannya dengan baik, sementara kehadiran berbagai gampong juga menjadi kesempatan untuk saling bertemu dan bersilaturahmi.

Di tengah kemeriahan peringatan kemerdekaan, ranub meuh batee kembali mendapat tempat. Sederhana, tetapi cukup untuk mengingatkan bahwa berbagai tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat masih memiliki ruang untuk terus dikenalkan dan dilestarikan. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.