Bank Indonesia Perkuat  Petani Cabai di Aceh Barat untuk Dorong Produktivitas dan Tekan Inflasi

oleh -85 Dilihat
oleh

Sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah Aceh Barat ini memberikan pembekalan menyeluruh bagi para petani, mulai dari persiapan dan olah tanah, penanganan hama dan penyakit tanaman, hingga manajemen keuangan usaha tani.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Provinsi Aceh menggelar kegiatan bantuan teknis (bantek) budidaya cabai merah bagi kelompok tani binaan di Aceh Barat.

Langkah ini menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk menjaga stabilitas harga pangan daerah melalui penguatan pasokan komoditas strategis.

​Sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah Aceh Barat ini memberikan pembekalan menyeluruh bagi para petani, mulai dari persiapan dan olah tanah, penanganan hama dan penyakit tanaman, hingga manajemen keuangan usaha tani.

​Praktisi budidaya cabai merah, Hafrizal, bersama Konsultan Pertanian KPBI Provinsi Aceh, Andi Hidayat, memaparkan penggunaan teknologi pertanian tepat guna dalam kegiatan tersebut.

​”Kami mengajarkan petani cara mengukur unsur hara tanah menggunakan alat Jinawi, sehingga rekomendasi pemupukan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak boros biaya,” ujar Hafrizal di Suak Timah, Aceh Barat, Rabu (19/8/2026).

​Kegiatan ini dihadiri oleh para penyuluh pertanian kecamatan dan desa, serta perwakilan dari lima kelompok tani binaan Bank Indonesia di Aceh Barat.

Diantaranya ​kelompok Tani Sabee Hatee, ​Kelompok Tani Hudep Beusaree, Kelompok Tani Usaha Bersama ​Kelompok Tani Rezeki Tani dan Kelompok Tani Alue Bak Jok.

​Selain pelatihan teknis, acara dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama. Para petani berikrar untuk mencatat keuangan usaha tani secara tertib, mendokumentasikan perkembangan kegiatan, menjalankan rekomendasi teknis narasumber, serta merawat dan memanfaatkan sarana produksi sesuai peruntukannya.

​Asisten Analis KPBI Provinsi Aceh, Musthafa Umar, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor ini dalam menjaga ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

​”Kami berharap sinergi dan kolaborasi  antara Bank Indonesia, Pemkab Aceh Barat melalui Dinas Pertanian dan kelompok tani ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah yang berkelanjutan, sekaligus mendorong Aceh Barat menjadi salah satu sentra produksi cabai merah yang kompetitif di Provinsi Aceh,” kata Musthafa.

​Melalui pengembangan klaster pangan strategis ini, Bank Indonesia Aceh terus berkomitmen memperkuat ketersediaan pasokan komoditas guna menekan laju inflasi dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.[ril]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.