Meulaboh (Meulabohnews.com) – Dinas Kehutanan Aceh kembali menyalurkan bantuan bibit tanaman produktif kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (24/1/2026). Sebanyak 2.000 batang bibit diserahkan melalui sejumlah keuchik di Kecamatan Samatiga.
Bantuan bibit tanaman produktif ini sebagai bagian dari program Pemerintah Aceh untuk mendorong produktivitas ekonomi gampong berbasis pemanfaatan lahan
Penyaluran bantuan tersebut difasilitasi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Meulaboh. Perwakilan KPH IV Meulaboh, Samsul Bahri, mengatakan bantuan bibit ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat desa, khususnya untuk pengembangan kebun rakyat dan peningkatan pendapatan keluarga.
“Bantuan bibit ini merupakan dukungan Pemerintah Aceh agar masyarakat gampong lebih produktif, memanfaatkan lahan yang ada dengan tanaman bernilai ekonomi, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan,” kata Samsul Bahri.
Adapun jenis bibit yang disalurkan merupakan tanaman produktif jangka menengah dan panjang, yakni mentoa, jamaika, dan durian.
Total keseluruhan bibit yang disalurkan mencapai 2.000 batang dan dibagikan kepada beberapa gampong di Kecamatan Samatiga melalui para kepala desa.
Salah satu penerima bantuan, Keuchik Gampong Krueng Tingai, Kamaruzzaman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Kehutanan Aceh dan KPH IV Meulaboh, atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat desanya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan bibit ini. Insya Allah akan kami salurkan dan bagikan kepada masyarakat sesuai peruntukannya, agar benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik,” ujar Kamaruzzaman.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya meningkatkan hasil kebun warga, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.
Program penyaluran bibit tanaman produktif ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis gampong, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan di Aceh Barat.
