Total 13 Hektar Lahan Terbakar di Aceh Barat, Pemadaman Capai 90 Persen

oleh -97 Dilihat
oleh

Kebakaran tersebut tersebar di empat kecamatan, Johan Pahlawan di Desa Blang Beurandang seluas 3 hektar, Samatiga di Desa Masjid Baro seluas 5 hektar dan  Leukeun seluas 1,5 hektar,Kaway XVI di Desa Simpang seluas 2 hektar, Woyla di Desa Aron Tunong ±1,5 hektar.

Aceh Barat (meulabohnews) – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah titik di Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) PB BPBD Kabupaten Aceh Barat per Minggu (6/9/2026) pukul 17.00 WIB, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 13 hektar.

​Kebakaran tersebut tersebar di empat wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Johan Pahlawan Desa Blang Beurandang 3 hektar, Kecamatan Samatiga Desa Masjid Baro 5 hektar dan  Leukeun 1,5 hektar, Kecamatan Kaway XVI Desa Simpang 2 hektar, Kecamatan Woyla Desa Aron Tunong ±1,5 hektar.

Kalak BPBD Aceh Barat, Dharmawan menyampaikan memasuki hari ke tujuh luas lahan terbakar 13 hektar dengan progres pemadaman mencapai 90 persen.

​Upaya penanganan terus dilakukan secara masif oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, KPH IV Aceh, serta masyarakat setempat. Hasilnya, tingkat pemadaman secara keseluruhan telah mencapai 90 persen. 

” Proses pemadaman terus dilakukan hingga hari ini pemadaman mencapai 90 persen, petugas di lapangan bersama TNI, Polri dan KPH Wilayah IV terus berupaya maksimal melakukan penyekat dan pendinginan,” ujar Dharmawan.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Karhutla ini mengakibatkan rusaknya vegetasi tanaman serta munculnya dampak asap yang berpotensi mengganggu pernapasan warga di sekitarnya.

Untuk wilayah Gp. Aron Tunong di Kecamatan Woyla, api dipastikan sudah padam 100 persen.

​Meski demikian, petugas di lapangan masih menghadapi kendala cukup berat, seperti tiupan angin kencang dan akses menuju titik api yang sangat sulit dijangkau karena berada di tengah kawasan hutan. 

” Beberapa lokasi karhutla masih mengeluarkan titik asap yang berpotensi menyebar jika tidak diatasi secara tuntas,” ujar Dharmawan.

​Untuk menunjang proses pemadaman, pemantauan, dan pemadaman di area sulit, tim mengoperasikan berbagai sarana prasarana penanggulangan bencana, termasuk dua unit mobil D-Max, satu unit dronepemantau, serta tiga unit mesin air beserta selang.

” Petugas gabungan masih terus bersiaga di lokasi guna memastikan sisa-sisa titik api benar-benar padam sepenuhnya,” ujar Dharmawan.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.