SPBU Suak Raya 14.236.480 Tolak Nelayan Beli BBM Subsidi, DKP Pertanyakan Transparansi Pengelola

oleh -178 Dilihat
oleh

Nasri, nelayan asal Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, memperlihatkan surat rekomendasi pembelian BBM dari Dinas DKP yang di tolak pihak pengelola SapBU Suak Raya untuk membeli BBm Solar subsisdi.(Meulabohnews)

“Alasan dari pihak SPBU katanya kuota tidak cukup karena ada penambahan untuk saya, padahal saya sudah masukkan data rekom sendiri. Tapi diarahkan harus melalui orang pengangkutan minyak. Sampai sekarang saya tidak dapat minyak, bahkan abang becak pengangkut pun takut karena persoalan kuota ini,” ujar Nasri.

​Aceh Barat (Meulabohnews) — Sejumlah nelayan tradisional di kawasan Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Suak Raya.

Alasan keterbatasan kuota yang disampaikan pihak pengelola SPBU dinilai membingungkan para nelayan hingga memicu persoalan bagi nelayan.

​Salah seorang nelayan asal Kuala Bubon, Nasri mengungkapkan kekecewaannya karena hingga saat ini belum berhasil memperoleh pasokan BBM untuk melaut. Ia mengaku dipersulit dengan alasan kuota tidak mencukupi akibat adanya penambahan alokasi untuk nelayan kecamatan Samatiga.

​”Alasan dari pihak SPBU katanya kuota tidak cukup karena ada penambahan untuk saya, padahal saya sudah masukkan data rekom sendiri. Tapi diarahkan harus melalui orang pengangkutan minyak. Sampai sekarang saya tidak dapat minyak, bahkan abang becak pengangkut pun takut karena persoalan kuota ini,” ujar Nasri di Meulaboh, Aceh Barat, Senin (10/8/2026).

Beberapa nelayan lain juga mengalami hal serupa akibat ditolaknya pembelian BBM jenis solar subsidi meski surat rekom yang dikeluarkan oleh pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat di tunjukan ke petugas di SPBU Suak Raya. Nelayan merasa ada kejanggalan dan penyelewengan terhadap solar yang saban hari ratusan kendaraan mengular untuk antri mengisi BBM tanpa ada batasan.

​Menanggapi keluhan tersebut, Plt Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat, Erfan S.p., M.Si, memberikan klarifikasi terkait mekanisme penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi untuk nelayan di SPBU Suak Raya. Ia menjelaskan bahwa kebijakan penerbitan rekomendasi tersebut pada dasarnya merujuk pada arahan dari pihak Pertamina.

​”Sesuai rekomendasi arahan Pertamina, penerbitan rekom bbm subsidi untuk nelayan adalah ke SPBU Suak Raya, pelayanan BBM subsidi hanya dibatasi khusus untuk nelayan dari Kecamatan Samatiga. Sebenarnya tidak diizinkan untuk diterbitkan rekomendasi di SPBU tersebut,” jelas Erfan.

​Lebih lanjut, Erfan mempertanyakan dasar argumen pengelola SPBU Suak Raya yang menyatakan bahwa kuota BBM untuk nelayan telah habis atau tidak mencukupi. Menurutnya, pihak SPBU sejauh ini tidak pernah memberikan data transparan mengenai alokasi kuota yang mereka sediakan.

​”Kalau pihak pengelola SPBU berargumen kuota tidak cukup, kami mempertanyakan dasarnya. Pihak SPBU belum pernah menyampaikan angka pasti berapa kuota yang mereka siapkan untuk nelayan di sana. Seandainya mereka memberikan angka yang jelas, tentu kami bisa menyesuaikan dan membatasi jumlah rekomendasi yang diterbitkan,” tegasnya.

Sementara itu Pengelola SPBU Suak Raya, Eldy mengatakan beberapa waktu lalu sudah dilakukan pendataan berapa kuota dan berapa nelayan yang membutuhkan BBM dan sudah konfirmasi ke dinas DKP untuk meneruskan laporan tersebut ke pertamina.

Lebih lanjut dikatakan apabila ada penambahan boat nelayan, pihak DKP harus konfirmasi kembali ke pengolala SPBU untuk meninjau kembali kuota.

” Itu kejadian dua minggu lalu, kami konfirmasi dulu ke dinas lalu dinas ke ESDM, lalu sudah diterima penerimaan kuota baru, setelah itu baru kami terima,” ujar Eldy.

Setelah data diperbaharui pada sistem lebih lanjut pihak pengelola SPBU akan menyalurkan kuota BBM untuk nelayan yang sudah di rekom sesuai arahan ESDM.

” Besok sudah aman kuota minyak sudah ada dan nelayan sudah bisa membeli minyak di SPBU kita, ” tutup Eldy.

​Persoalan ini diharapkan dapat segera menemui titik terang atas koordinasi antara pihak dinas, pengelola SPBU, dan Pertamina agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak merugikan para nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.