Kepala SMA Negeri 1 Woyla, Ahmad Sadikin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa tradisi Tulak Bala bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa agar mencintai budaya daerah yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
Aceh Barat (Meulabohnews) – SMA Negeri 1 Woyla kembali menggelar tradisi Tulak Bala pada akhir bulan Safar sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar seluruh warga sekolah dan masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, serta dijauhkan dari segala musibah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa-siswi, dewan guru, tenaga kependidikan, serta jajaran sekolah. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Para peserta mengikuti pawai sambil melantunkan Doa Ya Latif, mengelilingi Kota Kuala Bhee hingga Desa Tingkem Panyang sebagai bagian dari tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Woyla.
Kepala SMA Negeri 1 Woyla, Ahmad Sadikin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa tradisi Tulak Bala bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa agar mencintai budaya daerah yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
“Kita perlu melestarikan budaya Tulak Bala sebagai bagian dari kearifan lokal. Melalui doa bersama dan lantunan Ya Latif, kita memohon perlindungan kepada Allah SWT serta menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian kepada generasi muda,” ujar Ahmad sadikin di sekolah setempat, Kecamatan Woyla, Aceh Barat, Rabu (12/8/2026).
Sementara itu, Ketua Komite SMA Negeri 1 Woyla, Ahmad Fauzi, mengapresiasi penyelenggaraan tradisi tahunan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, dan spiritual sehingga patut dijaga keberlangsungannya.
“Tradisi ini bukan hanya menjadi identitas masyarakat Woyla, tetapi juga menjadi media pendidikan bagi generasi muda agar tetap mengenal dan menghargai warisan budaya leluhur. Selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan seluruh doa ditujukan hanya kepada Allah SWT, tradisi ini memiliki nilai positif yang perlu terus dilestarikan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 1 Woyla menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, nilai-nilai keagamaan, serta pelestarian budaya lokal. Diharapkan tradisi Tulak Bala terus menjadi warisan yang mempererat persaudaraan, memperkuat spiritualitas, dan menginspirasi generasi penerus untuk menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.[ril]






