Sekolah Darurat Solusi Cepat di Desa Canggai Pascabencana Hidrometeorologi 

oleh -78 Dilihat
oleh

Foto suasana belajar di sekolah darurat, Desa Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Sabtu (8/8/2026).(Meulabohnews).

Aceh Barat (Meulabohnews) – Sebanyak 28 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok terpaksa belajar di sejumlah ruangan darurat pascabencana Hidrometeorologi melanda Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat alhir 2025.

Getirnya menimba ilmu yang dirasakan para murid Sekolah Dasar di pedalaman Desa Canggai ini menjadi catatan abu abu di kalender pendidikan di Aceh Barat.

Mulai dari infrastruktur jalan berlumpur, batuan tajam hingga jembatan gantung yang rusak berat menjadi potret perjalanan keseharian.

Fasilitas sekolah mulai dari bangunan yang kurang terawat, fasilitas buku dan penunjang lain serba apaadanya menampar telak wajah pendidikan di pedalaman paling ujung Aceh Barat.

Desa Canggai sendiri dipisahkan oleh sungai besar di ujung kecamatan Pante Ceureumen berbatasan dengan hutan kabupaten tetangga.

Untuk menuju sekolah satu satunya terdekat di Desa Alue Lhok  sebanyak 28 siswa/i kelas satu hingga enam kecuali kelas tiga yang kosong menjadi semakin sulit sejak jembatan gantung penghubung terdekat rusak berat di hantam bencana alam akhir November 2025 lalu.

Sebelum viral akhir semester lalu para siswa menyeberangi sungai dengan arus deras dan berbatu untuk mempersingkat jarak tempuh menuju sekolah SDN Alue Lhok menjadi pemandangan keseharian.

Pasca viral tersebut pemkab Aceh Barat memobilisasi para siswa/i dari Canggai ke Alue Lhok dengan jarak tempuh belasan kilometer.

Namun sejak tiga pekan lalu mobilisasi tersebut di hentikan dengan membuka kelas darurat di desa setempat yaitu menggunakan bangunan polindes tiga ruangan, bangunan posyandu dan balai desa Canggai.

Guru kelas SDN Alue Lhok yang bertugas di kelas darurat, Meurahmad mengatakan ia bersama lima guru kelas di tugaskan sementara untuk mengajar murid dari kelas 1 hingga 6, kecuali kelas 3 tidak ada  murid.

” Saya diperbantukan di kelas darurat ini baru tiga minggu bersama empat guru kelas, dengan jumlah 28 siswa terbagi dalam 5 kelas,” ujar Meurahmad di Desa Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen,Sabtu (8/8/2026).

Dikatakan Meurahmad, ia telah mengabdi hampir 30 tahun sebagai guru sekolah dasar yang berdomisili di Desa Jambak dalam Kecamatan yang sama.

Ia mengatakan lebih baik kami kemari mengajar setiap hari demi melihat siswa/i tersebut agar tidak kewalahan menumpuh jarak yang jauh menuju sekolah pasca rusak berat jembatan gantung terdekat.

“Karena anak anak ramai disini maka pindahlah kesini mengajar, satu orang guru datang kesinikan tidak apa apa,” ujar Meurahmad dengan nada memelas.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui dinas terkait telah melakukan perbaikan jembatan gantung penghubung Desa Canggai dengan Jambak beberapa pekan lalu.

Ditargetkan dalam tiga bulan kedepan perbaikan jembatan menelan dana hampir satu milyar diharapkan rampung guna mempersingkat jarak tempuh para siswa/i di Desa Canggai menuju SDN Alue Lhok.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.