Foto : Petugas dari BPS saat melakukan sensus ekonomi di tempat usaha dagang di Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Kamis (30/7/2026).(Meulabohnews)
Aceh Barat (Meulabohnews) – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Barat merilis data capaian realisasi 60 persen pada akhir juli 2026 atas sensus ekonomi yang telah dilaksanakan, ditargetkan tercapai 100 persen pada pertengahan agustus.
Sensus ekonomi yang dilakukan 10 tahun sekali tersebut bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi, sebagai bahan penyusun kebijakan dan menghitung produk domestik regional bruto sehingga tersusun kerangka sampel suvei agar pemerintah dapat menentukan langkah kedepan.
Pendamping BPS Kecamatan Meureubo, Safriadi mengatakan kegiatan sensus ekonomi hingga akhir juli telah mencapai realisasi 60 persen, ditargetkan pertengahan agustus sudah selesai dilakukan oleh pihak BPS.
“Saat ini, progres sensus di Aceh Barat mencapai 60 persen dengan target 100 persen pada 17 Agustus,” ujar Safriadi.
Kegiatan sensus yang telah dilakukan petugas berjalan lancar, meskipun ada kendala seperti penolakan dari masyarakat yang menganggap sensus berkaitan dengan pajak.
“Kegiatan sensus ini tidak ada kaitan sedikitpun dengan pajak. Kegiatan statistik ini murni dalam hal pemerintah mengumpulkan data pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sektor pertanian Sehingga nanti perencanaan ekonomi usaha umkm itu akan tepat sasaran,” ujar Safriadi.
Ia menekankan bahwa sensus ini bertujuan untuk mengumpulkan data statistik yang akan membantu perencanaan ekonomi, terutama untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pertanian.
“Data yang dikumpulkan mencakup pendapatan, aset, dan pengeluaran, serta informasi sosial ekonomi dari rumah tangga,” ujar Safriadi.
Lebih lanjut safriadi meminta kerjasama agar masyarakat memberikan data yang akurat untuk memastikan perencanaan yang tepat di masa depan.[redaksi]







