Puskesmas Cot Seumeureung Kewalahan Hadapi Lonjakan Pasien ISPA 284 Orang Akibat Karhutla di Aceh Barat

oleh -161 Dilihat
oleh

“Bulan Juni ada 60 kasus ISPA, Juli meningkat jadi 99 kasus, dan puncak membludaknya di Agustus hingga awal September ini mencapai 125 pasien,” ujar Yevi, di Puskesmas Cot Seumeureung, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (1/9/2026).

Aceh Barat (Meulabohnews) –Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

Puskesmas Cot Seumeureung di Kecamatan Samatiga kini kewalahan menangani pasien yang terus membludak melebihi kapasitas tempat tidur (bed) yang tersedia.

​Kepala Puskesmas Cot Seumeureung, Yevi Rachmawaty, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ISPA terjadi secara dramatis sejak tiga bulan terakhir akibat dampak beruntun dari karhutla.

​”Bulan Juni ada 60 kasus ISPA, Juli meningkat jadi 99 kasus, dan puncak membludaknya di Agustus hingga awal September ini mencapai 125 pasien,” ujar Yevi, di Puskesmas Cot Seumeureung, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (1/9/2026).

​Kondisi ini memaksa fasilitas kesehatan tersebut bekerja melampaui kapasitas idealnya. Dari 19 tempat tidur resmi yang terdaftar, pihak puskesmas harus merawat  22 pasien rawat inap setiap harinya.

​Untuk mengantisipasi penumpukan, pihak puskesmas memanfaatkan ruangan cadangan berisi 5 tempat tidur tambahan yang belum disahkan BPJS guna menampung kondisi darurat. Selain itu, dinamika keluar-masuk pasien terbilang sangat cepat.

​”Per hari penambahan pasien berkisar 6 sampai 7 orang. Hari ini saja ada 3 pasien pulang, tapi yang masuk ada 6 orang. Kebanyakan dirawat selama 3 hingga 4 hari. Bagi pasien dengan kondisi berat, langsung kami rujuk. Tadi pagi ada 6 pasien ISPA yang dirujuk ke rumah sakit,” ujar Yevi.

​Pasien yang terpapar dampak karhutla ini berasal dari berbagai tingkatan usia, mulai dari balita berusia 3 tahun hingga kelompok lansia. Sebagian besar warga yang dirawat berasal dari desa-desa yang berdekatan langsung dengan titik kebakaran, seperti Desa Cot Seumeureung, Suak Timah/Kurung Tinggai, Pange, Resak, dan Pucok Lueng.

​Selain krisis ruang perawatan, Puskesmas Cot Seumeureung juga mengalami kendala serius terkait keterbatasan stok obat-obatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan tambahan logistik obat serta penambahan personel tenaga kesehatan ke Dinas Kesehatan Aceh Barat.

​”Kami sudah melaporkan kondisi ini secara lisan dan tulisan ke Dinas Kesehatan. Kami juga berkoordinasi dengan BPJS terkait regulasi kapasitas ruangan. Saat ini kami masih menunggu realisasi dukungan obat, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), dan tambahan perawat,” ujar Yevi.

​Sebagai langkah preventif di luar penanganan medis, tim Promosi Kesehatan (Promkes) dan dokter Puskesmas Cot Seumeureung terus menggencarkan edukasi ke masyarakat. 

Langkah-langkah pencegahan seperti imbauan konsumsi air putih yang cukup, penggunaan masker, serta pembagian masker secara gratis terus dilakukan di area puskesmas, masyarakat umum, hingga ke sekolah-sekolah di wilayah terdampak.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.