Polres Aceh Barat Maksimalkan Pemadaman Karhutla, Dipastikan Wilayah Leukeun Padam Total

oleh -163 Dilihat
oleh

Personel Polisi Polres Aceh Barat melakukan pendinginan dan penyekatan Karhutla di Desa Leukeun, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Selasa (8/9/2026).(Meulabohnews).

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Wakapolres Kompol Hari Purnomo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa upaya pemadaman di lokasi tersebut telah berlangsung selama tiga hari. Kondisi api saat ini dipastikan sudah padam 100 persen.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Tim gabungan dari Polres Aceh Barat, TNI, BPBD, dan masyarakat setempat berhasil memadamkan total kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Leukeun, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (8/9/2026).

​Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Wakapolres Kompol Hari Purnomo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa upaya pemadaman di lokasi tersebut telah berlangsung selama tiga hari. Kondisi api saat ini dipastikan sudah padam 100 persen.

​”Kami bersama tim gabungan melaporkan untuk Desa Leukeun sore ini sudah clear dan berhasil dipadamkan. Tadi malam hujan juga sempat turun di wilayah ini, sehingga titik api di lapangan dapat kita pastikan padam sepenuhnya,” ujar Kompol Hari Purnomo.

​Dalam operasi pemadaman ini, sebanyak 15 personel gabungan Polres dan Polsek Samatiga diturunkan, didampingi 12 personel BPBD Aceh Barat serta TNI dengan bantuan aktif dari masyarakat sekitar.

​Setelah penanganan di Desa Leukeun selesai, tim gabungan dijadwalkan menggelar operasi pascakebakaran mulai besok. Kegiatan ini meliputi pemantauan berkala (monitoring) di area terdampak sebelum tim bergeser ke lokasi lain.

​”Mulai besok kami mengadakan operasi pascakebakaran berupa pemantauan. Setelah itu, tim kemungkinan akan bergeser ke daerah Paya Lumpat yang berbatasan dengan Johan Pahlawan,” tambahnya.

​Wakapolres Aceh Barat juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Dampak Karhutla dinilai sangat merugikan banyak pihak, mulai dari kerusakan kebun warga, kehancuran ekosistem flora dan fauna, hingga pengurasan energi serta sumber daya tim pemadam.

​”Harapan kami kepada masyarakat setempat, jangan sampai hal ini terulang lagi. Sudah berulang kali kami ingatkan. Jika terjadi kebakaran, kita semua yang rugi kebun warga hancur, ekosistem rusak, dan energi tim di lapangan sangat terkuras,” tegas Kompol Hari Purnomo.

Pihak kepolisian Polres Aceh Barat secara masif terus melakukan sosialisasi melalui pemasang pamplet pada titik rawan kebakaran dan sosialisasi melalui platform digital.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.