Foto : Warga saat gotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak pascabencana Hidrometeorologi di Desa Blang Meurandeh Kecamatan Beutong Ateuh Bangggalang, Nagan Raya, Minggu (26/7/2026).(Meulabohnews/dok.Ismail).
Nagan Raya (Meulabohnews) – Sembilan bulan Pascabencana Hidrometeorologi melanda Beutong Ateuh Bangggalang yang meluluh lantakkan irigasi sebagai nadi pengairan sawah mengakibatkan para petani kesulitan turun ke sawah.
Puluhan pemuda, aparatur gampong dan masyarakat Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Bangggalang sejak tiga hari terakhir secara swadaya melakukan gotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak di desa tersebut.
Sekretaris pemuda gampong Blang Meurandeh, Ismail mengatakan kegiatan gotong royong perbaikan saluran irigasi sepanjang 70 meter telah rampung dikerjakan sejak jumat (24/7/2026).
” Pemuda bersama tuha peut dan masyarakat gampong Blang Meurandeh hari ini telah selesai memperbaiki saluran irigasi sepanjang 70 meter secara gotong royong,” ujar Ismail, di Desa Blang Meurandeh, Minggu (26/7/2026).
Gotong royong masyarakat Blang Meurandeh merupakan inisiatif warga yang berharap bisa turun ke sawah untuk memulai menanam padi yang merupakan mata pencaharian utama.
Ismail mengatakan harapan petani agar bisa kembali turun ke sawah untuk mulai menanam padi Pascabencana melanda Beutong Ateuh Banggalang sangat tinggi.
” Hari ini adalah hari ketiga kita laksanakan gotong royong dengan harapan secepat mungkin masyarakat bisa mulai turun ke sawah sejak sembilan bulan terakhir pascabencana,” ujar Ismail.
Ia bersama masyarakat berharap pemerintah turun melihat kondisi irigasi yang rusak untuk dapat diperbaiki secara maksimal kerusakan yang membutuhkan penanganan khusus.
” Ada beberapa titik saluran irigasi yang hilang total sehingga membutuhkan biaya dan penangan khusus dari pemerintah,” harap Ismail.
Diperkirakan dalam dua hari ini air mulai di aliri ke sawah Blang Meurandeh walau belum normal dan maksimal disebabkan masih ada kerusakan yang belum diperbaiki.[redaksi]






