Foto : Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Irwan M.Si di dampingi kepala SD Alue Lhok, Amir S.Pd, saat membantu anak anak SD Alue Lhok menaiki kendaraan saat pulang di Desa Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Selasa (14/7/2026).(Meulabohnews/Yulham)
Aceh Barat (Meulabohnews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sejak Senin (13/7/2026) memfasilitasi mobil angkutan untuk antar jemput 24 anak sekolah dari Desa Canggai menuju Sekolah di SD Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Selasa (14/7/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Irwan M.Si saat di mintai keterangan di lokasi sekolah Dasar Alue Lhok mengatakan, berdasarkan intruksi Bupati Tarmizi memfasilitasi mobilisasi anak anak antar jemput ke sekolah.
” Sejak kemarin senin Pak Bupati memfasilitasi mobil trantib dari Kecamatan Pante Ceureumen untuk antar jemput dari Desa Canggai Menuju Sekolah di Desa Alue Lhok,” ujar Irwan.
Lebih lanjut Irwan mengatakan mobilisasi ini akan terus dilakukan sambil menunggu siap perbaikan jembatan gantung yang saat ini sudah mulai dilakukan proses pengerjaan oleh rekanan.
” Mudah mudahan bangunan jembatan gantung di belakang sekolah segera siap dibangun, sembari menunggu siap dilakukan pembangunan jembatan gantung anak anak akan terus di mobilisasi menuju sekolah,” ujar Irwan.

Foto : Sejumlah murid SD Alue Lhok saat bermain di lokasi sekolah yang ambrol ke dasar sungai di Desa Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Selasa(14/7/2026).(Meulabohnews/Yulham).
Dikatakan untuk kondisi Sekolah SD dan SMP saat ini memang tidak repsesentatif dan butuh relokasi ke tempat yang lebih aman dan layak sebab sebagian bangunan sekolah sudah ambrol ke dasar sungai sehingga beberapa bangunan lain nya ikut terancam.
Kondisi saat ini di khawatirkan apabila terjadi banjir bandang kedepan akan berakibat fatal kepada bangunan sekolah tersebut.
” Kita berharap kepada pemda untuk melakukan relokasi pembangunan sekolah yang baru yang lebih aman dari banjir bandang dan benca alam lainnya, ” harap Irwan.
Sementara itu geuchik Desa Canggai, T Sulaiman mengatakan kepada Meulabohnews bahwa kegiatan mobilisasi anak anak sekolah sudah dua hari dilakukan sesuai arahan Bupati Aceh Barat.
” Ini sudah dua kita antar jemput anak menuju sekolah dari Desa Canggai sesuai arahan pak Bupati,” ujar Sulaiman.
Meski dalam masa uji coba kendaraan jenis pick up milik trantib Kecamatan tersebut mengalami kendala saat mengarungi sungai di Krueng Lawet saat musim penghujan karena arus deras dan jalan sangat licin untuk dilalui.
” Kendalanya saat kami melewati sungai krueng lawet kendaraan ini tidak bisa dipakai saat musim hujan sebab debit air tinggi dan jalan licin,” ujar Sulaiman.
Untuk diketahui pasca banjir bandang akhir tahun lalu satu unit jembatan gantung penghubung Desa Jambak menuju Desa Canggai rusak parah sehingga tidak bisa di lalui.
Puluhan murid SD dan SMP terpaksa mengarungi sungai menuju sekolah untuk mempersingkat jarak tempuh menuju sekolah.
Kini dengan mobilisasi anak anak menuju sekolah menggunakan kendaraan trantib menempuh jarak lebih jauh yaitu 22 kilometer pulang pergi menuju sekolah.[eon]






