Pemkab Aceh Barat Bagikan Masker ke Sekolah Terdampak Kabut Asap Karhutla

oleh -144 Dilihat
oleh

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni, menjelaskan bahwa pembagian masker ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko gangguan kesehatan pada siswa akibat paparan kabut asap yang telah mencemari udara Kecamatan Samatiga sejak sepekan terakhir.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Kesehatan membagikan masker ke sejumlah sekolah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Kecamatan Samatiga, Sabtu (5/9/2026).

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya di kalangan anak sekolah.

​Salah satu lokasi pembagian masker dilakukan di MTsN 1 Aceh Barat dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Mesjid Baro yang berada di Kecamatan Samatiga. Pembagian masker diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni, didampingi Kepala Puskesmas Cot Seumeureung beserta jajaran.

​Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni, menjelaskan bahwa pembagian masker ini bertujuan untuk meminimalisasi risiko gangguan kesehatan pada siswa akibat paparan kabut asap yang telah mencemari udara di wilayah Kecamatan Samatiga sejak sepekan terakhir.

​”Hari ini kita membagikan sekitar 700 masker, kita berharap udara yang dihirup anak-anak bisa terfilter dari kabut asap yang mencemari wilayah Samatiga,” ujar Evi.

​Evi juga menghimbau para siswa untuk membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Ia mengingatkan bahwa kondisi kualitas udara di wilayah tersebut saat ini kurang sehat akibat pekatnya asap karhutla.

​”Udaranya sudah tercemar asap dan tidak menjamin kesehatan kita. Kami ingatkan anak-anak agar selalu menggunakan masker dan jangan terlalu sering keluar rumah jika tidak penting,” ujar Evi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cot Seumeureung, Yevi Rachmawaty menambahkan sejak sepekan terakhir pasca karhutla melanda Aceh Barat, korban ISPA terus bertambah sebanyak 34 orang.

“untuk kasus ISPA sejak sepekan terakhir masuk ke Puskesmas Cot Seumeureung ada penambahan memang tapi tidak signifikan yaitu sekitar 34 orang, sebagian pasien sudah pulang dan sebagian masih dirawat  meski kapasitas bed terbatas 19 unit, namun kita berharap pihak BPJS untuk segera menambah 5 bed lagi,” ujar Yevi.

​Disela sela pembagian masker, Kepala MIS Mesjid Baro, Rislaini, mengungkapkan bahwa dampak kabut asap sangat dirasakan oleh para siswa pada Sabtu pagi. Meski jumlah siswa di sekolahnya tidak terlalu banyak, paparan asap tebal sempat mengganggu kegiatan sekolah.

​”Kemarin hari Kamis dan Jumat asap tidak setebal tadi pagi. Waktu kegiatan senam pagi tadi, dampak asap sangat terasa. Ada anak-anak yang mulai batuk-batuk, meski tidak menimbulkan gejala, alhamdulillah belum sampai sesak parah,” ungkap Rislaini.

​Pascapembagian masker, pihak sekolah berkomitmen untuk memperketat protokol kesehatan bagi seluruh siswa. 

Rislaini menegaskan akan mewajibkan para murid mengenakan masker saat pergi ke sekolah, serta mengimbau mereka menjaga pola makan demi menjaga daya tahan tubuh.

​”Nanti kami upayakan seluruh siswa yang berjumlah 50 orang ini wajib memakai masker saat datang ke madrasah. Kami juga mengimbau anak-anak menjaga kesehatan dengan menghindari konsumsi mi instan dan minuman dingin,” ujar Rislaini.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.