Ratusan siswa siswi MTsS HBS Meulaboh saat mewarnai motif batik Rebung Aceh di pelataran sekolah setempat dalam rangka memperingati hari Batik Nasional, Jumat (2/10/2026).(Meulabohnews)
Ketua panitia pelaksaan, Irawati mengatakan kegiatan fashion show dan membatik dalam rangka memperingati hari batik nasional dengan tujuan untuk mengedukasi dan menanamkan sejak dini cinta akan batik sebagai warisan budaya Aceh.
Aceh Barat (Meulabohnews) –Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Harapan Bangsa (HBS) menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif dan kebudayaan yang melibatkan seluruh warga madrasah, mulai dari jajaran guru hingga para siswa.
Rangkaian acara diawali pada pagi hari dengan kegiatan pembacaan Surat Yasin bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah.
Suasana khidmat tersebut kemudian dilanjutkan dengan gelaran busana (fashion show) yang menampilkan peragaan busana batik oleh guru dan perwakilan siswa. Tidak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan lomba kreasi busana nuansa batik.

Peserta Fashion Show saat di catwalk dalam rangka memperingati hari Batik Nasional di Sekolah MTsS HBS, Meulaboh, Aceh Barat, Jumat (2/10/2026).
Ketua panitia pelaksaan, Irawati mengatakan kegiatan fashion show dan membatik dalam rangka memperingati hari batik nasional dengan tujuan untuk mengedukasi dan menanamkan sejak dini cinta akan batik sebagai warisan budaya Aceh.
” Acara ini digelar dengan tujuan utama memberikan edukasi kebudayaan kepada generasi muda. Melalui pengalaman langsung dalam merancang dan membatik motif lokal, para siswa diharapkan dapat lebih mengenal, mencintai, serta melestarikan warisan budaya, khususnya seni ragam hias batik Aceh,” ujar Irawati.
Puncak acara ditandai dengan kegiatan membatik massal yang diikuti oleh seluruh siswa MTsS Harapan Bangsa yang berjumlah sekitar 563 orang. Fokus utama karya batik yang dibuat diarahkan pada penggunaan serta pengenalan berbagai motif tradisional khas batik Aceh.
Dalam peragaan busana ini, para peserta memadukan pakaian bebas dengan sentuhan ornamen batik, seperti penggunaan kain panjang bermotif batik khas Nusantara.
Perwakilan guru, Cut Cici Amanda, menyampaikan bahwa keikutsertaan guru dan siswa dalam acara ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan budaya bangsa.
” Kami ikut memeriahkan agar kelestarian batik itu tetap terjaga, budaya kita bisa dilestarikan, dan bisa dikenal oleh banyak orang sampai ke mancanegara,” ujar Cut Cici Amanda.
Acara ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh tingkatan kelas di sekolah. Lebih dari 12 kelas mengirimkan perwakilan siswanya untuk tampil di atas panggung. Selain siswa, empat orang guru juga turut berpartisipasi memperagakan busana batik.
Cut Cici Amanda, yang juga merupakan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), menambahkan bahwa keikutsertaan para guru juga bertujuan untuk memberikan dorongan mental dan contoh langsung bagi para siswa. Menurutnya, aksi ini sejalan dengan materi pembelajaran di kelas terkait kebanggaan terhadap kebudayaan nasional.
”Karena kebetulan saya guru PPKN yang mengajarkan tentang kewarganegaraan, melalui kegiatan ini kita sekaligus memperkenalkan kebudayaan kita kepada masyarakat luas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap rasa cinta terhadap budaya lokal terus tumbuh di kalangan generasi muda sejak dini.[redaksi]





