Merawat Nasionalisme dan Keislaman, PCNU Aceh Barat Gelar Beut NU Warong Kupi  Edisi Kemerdekaan RI ke-81

oleh -82 Dilihat
oleh

Ketua PCNU Aceh Barat, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, MA, menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan nikmat besar yang harus diisi dengan kontribusi nyata. Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui seremonial, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk penguatan akhlak, pendidikan, persatuan, dan kepedulian sosial.

Aceh Barat (Meulabohnews)– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar program Beut NU Warong Kupi, kali ini dalam edisi khusus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus media dakwah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, persatuan, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​Ketua PCNU Aceh Barat, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, MA, menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan nikmat besar yang harus diisi dengan kontribusi nyata. Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui seremonial, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk penguatan akhlak, pendidikan, persatuan, dan kepedulian sosial.

​“Para ulama dan santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Generasi hari ini harus melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara mengisi kemerdekaan melalui ilmu, akhlak, persatuan, dan pengabdian,” ujar Khairul Azhar di Meulaboh, Sabtu (15/8/2026).

Ia menambahkan, pemilihan warung kopi sebagai tempat acara didasari oleh budaya lokal masyarakat Aceh yang kerap menjadikan warung kopi sebagai ruang interaksi sosial.

“Warong kupi merupakan ruang perjumpaan masyarakat Aceh. Kita manfaatkan ruang ini sebagai tempat silaturahmi, berdiskusi, dan belajar. Jadi masyarakat tidak hanya berkumpul untuk ngopi, tetapi juga mendapatkan ilmu serta penguatan nilai-nilai agama dan kebangsaan,” ujarnya.

Forum khusus kemerdekaan ini menghadirkan dua pemateri utama yaitu Danramil Kecamatan Woyla Barat, mewakili Komandan Kodim 0105 Aceh Barat, Kapten Hermanto​ dan Pimpinan Dayah Buket Iqra Al-Haramain, Waled Harmen Nuriqmar.

​Kehadiran unsur TNI dan pimpinan dayah dalam satu panggung menjadi simbol sinergi antara ulama, umara, TNI, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas serta membangun kehidupan warga yang religius, aman, dan harmonis.

​Dari sudut pandang pertahanan dan keamanan, Kapten Hermanto menekankan pentingnya menjaga persatuan dalam mengisi kemerdekaan. Ia menyebutkan bahwa keamanan daerah bukan semata-mata tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara TNI, ulama, tokoh masyarakat, dan pemuda menjadi kunci utama dalam memelihara kondusivitas wilayah.

​Sementara itu, Waled Harmen Nuriqmar memberikan penguatan dari perspektif keislaman. Ia mengajak jemaah untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Kecintaan terhadap tanah air (hubbul wathan), menurutnya, harus diwujudkan melalui perbuatan nyata seperti menjaga persaudaraan, menghormati sesama, serta mendidik generasi muda yang berilmu dan berakhlak mulia.

​Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus NU, jajaran TNI, para ulama, santri, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga sekitar.

​Melalui agenda rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini, PCNU Aceh Barat berharap pendekatan dakwah yang membumi dapat terus mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, sekaligus melahirkan gagasan-gagasan positif bagi kemajuan umat dan bangsa.[rilis]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.