Masyarakat Beutong Minta Izin Tambang Dicabut dan Kibarkan Bendera Bulan Bintang saat Demontrasi

oleh -350 Dilihat
oleh

” Hari ini kami masyarakat tidak sanggup lagi menahan emosi akibat semalam datang pihak perusahaan ke desa kami, sudah habis cara kami meminta ke pemerintah untuk menutup tambang tapi mereka pura pura tidak mendengarkan keinginan kami,” ujar Makwod dengan nada kesal.

Nagan Raya (Meulabohnews) – Ratusan masyarakat Beutong Ateuh Bangggalang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Camat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Minggu (30/8/2026).

Aksi yang dilakukan secara spontan itu buntut dari kedatangan pihak perusahaan tambang ke desa mereka sejak sabtu (29/8/2026) dengan mengadakan berbagai rapat persiapan.

Salah seorang peserta aksi, Makwod menyampaikan rasa kecewa dan amarah kepada pihak pemerintah dan perusahaan tambang sehingga secara spontan masyarakat berkumpul di Jembatan Beutong lalu secara bersama sama berjalan kaki dengan mengibarkan bendera bulan bintang serta membawa pedang menuju kantor Camat Beutong Ateuh banggalang.

” Hari ini kami masyarakat tidak sanggup lagi menahan emosi akibat semalam datang pihak perusahaan ke desa kami, sudah habis cara kami meminta ke pemerintah untuk menutup tambang tapi mereka pura pura tidak mendengarkan keinginan kami,” ujar Makwod dengan nada kesal.

Peserta membawa bendera bulan bintang dan pedang untuk mengingatkan pemerintah agar mendengar apa yang telah di sampaikan terhadap penolakan perusahaan tambang.

“Kami membawa bendera bulan bintang tidak ada maksud apa apa, hanya ingin mengingatkan pemerintah yang sampai hari ini pura pura tuli dan buta melihat kondisi kami di Beutong ini, ” ujar Makwod.

Sikap tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap situasi yang mereka hadapi sebagai tanda siap mati membela tanah Beutong Ateuh Banggalang.

” Hari ini kami siap mati dengan membawa bendera dan pedang sebagai tanda siap berkorban demi tanah Beutong dari kerusakan yang di akibatkan oleh perusahaan tambang, ” tegas Makwod.

Peserta aksi terdiri dari kaum bapak, pemuda, kaum ibu dan anak anak sebagai pengingat harga mati membela harga diri tanah Beutong dari rampasan perusahaan tambang yang akan meruska alam dan tatanan kehirupan masyarakat.

Usia melakukan aksi unjuk rasa  masyarakat Beutong Ateuh banggalang membubarkan diri secara teratur dan tertib.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.