Foto Bersama pembagian daging kurban kepada siswa/i fakir miskin, kurang mampu, dan yatim piatu dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/05/2026).
“Untuk tahun ini MAN 1 Aceh Barat ada delapan ekor kerbau dan sapi. Ini diperuntukkan semuanya untuk siswa MAN 1 Aceh Barat yang termasuk golongan fakir miskin, kurang mampu, bahkan yatim piatu,” kata Faisal.
Aceh Barat (Meulabohnews) – Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat membagikan sebanyak 200 paket daging kurban kepada siswa fakir miskin, kurang mampu, dan yatim piatu dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/05/2026).
Kegiatan pembagian daging kurban tersebut berlangsung di lingkungan MAN 1 Aceh Barat dengan melibatkan pihak madrasah, guru, komite sekolah serta siswa.
Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd mengatakan, pada tahun ini pihaknya menyembelih sebanyak delapan ekor hewan kurban terdiri dari kerbau dan sapi yang seluruhnya diperuntukkan bagi siswa kurang mampu.
“Untuk tahun ini MAN 1 Aceh Barat ada delapan ekor kerbau dan sapi. Ini diperuntukkan semuanya untuk siswa MAN 1 Aceh Barat yang termasuk golongan fakir miskin, kurang mampu, bahkan yatim piatu,” kata Faisal.
Ia menjelaskan, pembagian daging dilakukan langsung pada hari yang sama kepada siswa penerima yang telah mendapatkan kupon dari wali kelas maupun pihak madrasah.
“Hari ini dibagikan langsung kepada siswa yang sudah diberikan kupon oleh wali kelas atau pihak madrasah. Mereka datang ke madrasah untuk menukar kuponnya dan mengambil daging,” ujarnya.
Menurut Faisal, jumlah penerima daging kurban tahun ini mencapai lebih dari 200 siswa yang seluruhnya berasal dari kalangan kurang mampu.
“Untuk tahun ini penerima daging kurban berjumlah lebih kurang 200 lebih yang menerima kupon, khusus siswa yang kurang mampu,” katanya.
Faisal menuturkan, kegiatan kurban di lingkungan MAN 1 Aceh Barat rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kepedulian sosial bagi siswa.
“Ini selalu kita lakukan untuk memberi pendidikan kepada anak-anak bahwa berkurban itu menjadi pelajaran bagaimana siswa saling peduli dan memperhatikan saudara-saudaranya yang kurang mampu,” jelasnya.
Ia menambahkan, hewan kurban yang disembelih mayoritas berasal dari partisipasi guru-guru di lingkungan madrasah, serta dukungan dari siswa dan orang tua siswa dalam bentuk sedekah kurban.”Ini lebih dominan dari guru-guru. Sebagian juga ada sumbangan dari siswa atau orang tua siswa,” pungkas Faisal.[*]





