Sinabang (Meulabohnews) – Tim Peneliti Program Pendanaan BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 dari Politeknik Kepulauan Simeulue melaksanakan kegiatan pengambilan data lapangan sebagai bagian dari penelitian berjudul “Model Integrasi Mitigasi Bencana dalam Eco-Fishing Port ” di Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang, Aceh, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan difokuskan pada pengumpulan data primer melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi bersama nelayan di kawasan Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang, Kabupaten Simeulue.
Penelitian ini di ketuai oleh Setiadi M. Noor, S.Pi., M.Si., bersama anggota tim Treza Desri Winanda, S.Pi., M.Si. dan Kamalia Ulfa, S.P., M.Si.
Setiadi mengatakan, sesi wawancara secara langsung dengan nelayan untuk menggali informasi mengenai pengalaman menghadapi bencana, penerapan upaya mitigasi di lingkungan pelabuhan, pemanfaatan fasilitas pelabuhan, serta harapan masyarakat terhadap pengembangan konsep Eco-Fishing Port di Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang.
” Kegiatan lapangan merupakan tahapan penting dalam penelitian untuk memperoleh informasi faktual mengenai kondisi operasional pelabuhan, aktivitas perikanan tangkap, serta persepsi dan pengalaman nelayan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir,” ujar Setiadi
Data yang diperoleh diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kesiapsiagaan masyarakat nelayan serta kebutuhan pengembangan pelabuhan yang lebih aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
” Keterlibatan nelayan dalam penelitian ini menjadi aspek yang sangat penting karena mereka merupakan pelaku utama aktivitas perikanan sekaligus pihak yang paling memahami dinamika dan risiko yang terjadi di wilayah pesisir Simeulue,” ujar Setiadi.
Tim mengamati secara langsung kondisi fasilitas pelabuhan, aktivitas pendaratan hasil tangkapan, tambat labuh kapal perikanan, serta aspek lingkungan yang mendukung penerapan konsep pelabuhan perikanan berkelanjutan.
Observasi lapangan ini dilakukan untuk memperoleh data yang lebih komprehensif sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan kondisi aktual di Pelabuhan Perikanan Teluk Sinabang.
Data hasil pengumpulan lapangan selanjutnya akan dianalisis dan dipadukan dengan hasil Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan sebelumnya bersama pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, Panglima Laot, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
” Integrasi berbagai sumber data tersebut diharapkan mampu menghasilkan model mitigasi bencana yang aplikatif dan sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan, khususnya di Kabupaten Simeulue,” ujar Setiadi.
Melalui penelitian yang didanai oleh Program BIMA Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Tim Peneliti Politeknik Kepulauan Simeulue berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Eco-Fishing Port yang mengintegrasikan aspek keselamatan, ketahanan terhadap bencana, kelestarian lingkungan, serta peningkatan produktivitas sektor perikanan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah di Kabupaten Simeulue.[ril]







