Kapolres Aceh Barat Hadiri Zikir Rabu Abeh, Perkuat Sinergi Jaga Perdamaian dan Kamtibmas

oleh -164 Dilihat
oleh

Menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polri membutuhkan dukungan dan peran aktif pemerintah, ulama, tokoh masyarakat serta seluruh warga. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujar AKBP Agus.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., menghadiri Zikir dan Doa Tulak Bala (Rabu Abeh) serta Majelis Taklim di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Rabu (12/8/2026).

Sekitar 500 orang dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, ulama, tokoh masyarakat, pegawai pemerintah dan warga turut hadir dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tersebut.

Kegiatan itu dirangkaikan dengan peringatan Hari Damai Aceh dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Hadir pula Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., Wakil Bupati Aceh Barat Said Fhadeil, S.H., perwakilan Danrem 012/TU, perwakilan Dandim 0105/Aceh Barat, Kajari Aceh Barat Irfan Nirwana Satriyadi, S.Kom., S.H., M.H., Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Azwir, S.P., serta pimpinan MPU, MAA dan MPD Aceh Barat.

Kehadiran Kapolres menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat, khususnya dengan pemerintah daerah, ulama serta tokoh masyarakat. Hubungan tersebut penting untuk mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan.

“Menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polri membutuhkan dukungan dan peran aktif pemerintah, ulama, tokoh masyarakat serta seluruh warga. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujar AKBP Agus.

Menurut AKBP Agus, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dilakukan ketika terjadi persoalan. Komunikasi secara langsung diperlukan untuk mengetahui berbagai perkembangan di lingkungan warga sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal.

“Kami ingin Polri terus hadir di tengah masyarakat. Kalau ada persoalan, mari kita komunikasikan dan selesaikan dengan baik. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

Zikir dan Doa Tulak Bala atau Rabu Abeh merupakan tradisi masyarakat Aceh yang memiliki nilai keagamaan dan kearifan lokal. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memanjatkan doa untuk memohon keselamatan, kesehatan, keberkahan serta perlindungan dari berbagai musibah dan bala.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari momentum memperingati Hari Damai Aceh. Pesan menjaga perdamaian menjadi relevan dalam kehidupan masyarakat, terutama untuk memastikan suasana aman dan harmonis terus terpelihara.

Sementara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

Bagi Polres Aceh Barat, pemeliharaan kamtibmas dilakukan tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan pencegahan, komunikasi dan kemitraan. Sinergi dengan pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat dan warga menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi gangguan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

“Polri siap memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga Aceh Barat tetap aman, tertib dan nyaman,” ujar AKBP Agus.[ril]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.