Inovasi Perahu Drum Plastik Bekas, Solusi Ekonomis Nelayan Aceh Barat

oleh -390 Dilihat
oleh

Ide kreatif ini berawal dari banyaknya permintaan masyarakat di wilayah Samatiga yang membutuhkan sarana transportasi air untuk mencari ikan dan udang. Wilayah tersebut memang didominasi oleh perairan sungai kecil (alue), di mana mayoritas warga menggantungkan hidup sebagai nelayan.

​Aceh Barat (Meulabohnews) – Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan bahan baku utama pembuat perahu tidak menghentikan kreativitas tiga sekawan di Desa Cot Pluh, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat.

Melihat tingginya kebutuhan nelayan lokal akan armada tangkap, Rahmizan bersama rekan menghadirkan inovasi perahu berbahan drum plastik bekas di pekarangan rumah miliknya.

​Ide kreatif ini berawal dari banyaknya permintaan masyarakat di wilayah Samatiga yang membutuhkan sarana transportasi air untuk mencari ikan dan udang. Wilayah tersebut memang didominasi oleh perairan sungai kecil (alue), di mana mayoritas warga menggantungkan hidup sebagai nelayan.

Seorang perajin sampan drum plastik di “bengkel Rahmizan”, Firdaus mengatakan inspirasi awal dari banyaknya permintaan masyarakat sekitar akan perahu untuk kebutuhan mencari ikan di sungai dan alur desa.

​”Dulu perahu biasa dibuat dari kayu, tapi sekarang harganya melambung tinggi dan bahannya makin susah didapat. Dari situ saya coba beralih memanfaatkan drum plastik bekas. Alhamdulillah, ternyata peminatnya sangat banyak dan usaha ini terus berlanjut sampai sekarang,” ujar Firdaus saat ditemui di lokasi pembuatan di Desa Cot Pluh, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Jumat (21/8/2026).

​Soal ketahanan, Firdaus menjamin perahu buatannya memiliki kualitas yang kokoh dan awet. Hal ini dikarenakan material drum bekas yang digunakan dipilih dari jenis berbahan tebal dan berstandar tinggi, sehingga ramah di kantong tanpa mengorbankan keamanan nelayan di perairan.

​Proses produksinya pun tergolong cepat. Dibantu oleh tiga orang tenaga kerja, Firdaus mampu merampungkan satu unit perahu mulai dari persiapan bahan hingga siap pakai dalam waktu maksimal satu hari.

​Harga yang ditawarkan sangat bervariasi dan ramah di kantong, disesuaikan dengan ukuran serta jumlah drum yang digunakan, untuk ukuran tiga drum Rp2.500.000 per unit , ukuran empat drum Rp3.500.000 per unit, Hingga ukuran Rp15.000.000 dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik konsumen.

​Kualitas buatan Firdaus kini mulai dilirik pemerintah daerah. Saat ini, ia bersama timnya tengah menyelesaikan pesanan sekitar 20 unit perahu dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Barat.

​Untuk jangkauan pemasaran, selain melayani permintaan di wilayah Aceh Barat dan kabupaten tetangga, Firdaus juga siap mengirimkan perahu drum plastik hasil karyanya ke luar daerah bagi konsumen yang memesan dari jarak jauh.[redaksi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.