Hanguskan 90 Hektare Lahan, Karhutla di Nagan Raya Masih Sulit Dipadamkan

oleh -147 Dilihat

Foto udara via droen suasana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Nagan Raya yaitu Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur, Kamis (4/6/2026).(Foto/Meulabohnews)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya sejak 29 Mei hingga 3 Juni 2026 menghanguskan sekitar 90 hektare lahan hingga kini belum padam total, api terus merambat ke areal sekitar diperkirakan akibat suhu udara meningkat dan faktor angin.

Nagan Raya (Meulabohnews) – Data sementara yang di rilis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, lokasi terdampak berada di Gampong Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur dan Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya sejak 29 Mei hingga 3 Juni 2026 menghanguskan sekitar 90 hektare lahan hingga kini belum padam total, api terus merambat ke areal sekitar diperkirakan akibat suhu udara meningkat dan faktor angin.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan pemadaman bersama sejumlah unsur terkait untuk mencegah meluasnya kebakaran.

“BPBD Kabupaten Nagan Raya telah mengerahkan dua unit mesin pompa air dan armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian guna melakukan pemadaman. Penanganan juga melibatkan TNI, Polri, Relawan ERPA, serta masyarakat setempat,” kata Irfanda Rinaldi, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, hingga laporan terakhir pada Rabu (3/6/2026) pukul 21.25 WIB, api berhasil dipadamkan di area sekitar 80 hektare. Namun, masih terdapat titik-titik kebakaran yang belum sepenuhnya dapat dikendalikan.

“Sebagian area yang terbakar masih belum bisa dipadamkan secara menyeluruh. Kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang berpotensi menyebabkan api kembali meluas,” ujarnya.

Meski kebakaran menghanguskan lahan dalam skala cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.

“Untuk korban terdampak, pengungsi, maupun korban jiwa nihil. Fokus kami saat ini adalah memastikan titik api yang tersisa dapat segera dipadamkan agar tidak meluas ke area lain,” tambah Irfanda.

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak berwajib. BPBD Nagan Raya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang dapat mempercepat penyebaran api.

Data Pusdalops BPBD Kabupaten Nagan Raya mencatat total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 90 hektare dengan proses pemadaman dan pemantauan terus dilakukan di lokasi kejadian.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.