Dispusip Aceh Barat Akan Gelar Festival Literasi

oleh -34 Dilihat
oleh

Festival Literasi ini akan menjadi salah satu ruang kolaborasi bagi pemerintah, masyarakat, pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, pelaku UMKM, dunia pendidikan dan berbagai pihak lainnya yang memiliki kepedulian terhadap literasi di Aceh Barat,” ujar Abdurrani, Kamis (3/9/2026).

Aceh Barat (meulabohnews) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Aceh Barat akan segera menggelar Festival Literasi Aceh Barat Tahun 2026 di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat pada 16 hingga 19 September 2026 mendatang.

Kadis Pusip Aceh Barat, Abdurrani , S.Pd, M.Pd mengatakan, Festival Literasi dengan tema Aceh Barat Menuju Pusat Literasi Informasi tersebut bertujuan untuk memperkuat budaya literasi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi, pengetahuan serta bahan bacaan yang berkualitas.

“Festival Literasi ini akan menjadi salah satu ruang kolaborasi bagi pemerintah, masyarakat, pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, pelaku UMKM, dunia pendidikan dan berbagai pihak lainnya yang memiliki kepedulian terhadap literasi di Aceh Barat,” ujar Abdurrani, Kamis (3/9/2026).

Berbagai kegiatan menarik seperti Gramedia Book Fair, bedah buku, seminar literasi, kegiatan edukasi, aktivitas komunitas, pameran hingga keterlibatan UMKM akan ikut memeriahkan Festival Literasi Aceh Barat tahun ini.

“Kehadiran berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman literasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menciptakan ruang interaksi dan pertukaran gagasan,” ujarnya.

Melalui festival tersebut kata Abdurrani juga diharapkan dapat mendekatkan buku dan informasi kepada masyarakat. Terlebih lagi saat ini perkembangan teknologi informasi dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai informasi.

“Namun, di sisi lain, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan baru, khususnya dalam memilah informasi yang benar, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, literasi tidak lagi hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, namun juga mencakup kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, mengolah, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara bijak,” ujar Abdurrani.

Selain itu kata Abdurrani, melalui festival literasi tersebut masyarakat diharapkan dapat menemukan bahwa perpustakaan dan ruang literasi bukan sekedar tempat menyimpan dan membaca buku tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran, kreativitas, informasi, inovasi serta interaksi masyarakat.

“Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun gerakan literasi yang tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah maupun perpustakaan, tetapi juga tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kemudian kata Abdurrani, festival literasi juga diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat posisi Aceh barat sebagai daerah yang memiliki perhatian serius terhadap pengembangan budaya membaca, peningkatan kualitas SDM, dan pemanfaatan informasi secara cerdas.

“Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dan partisipasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perpustakaan, komunitas, dunia usaha, pelaku UMKM, serta masyarakat memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi,” tutupnya.[ril]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.