Bupati dan Wabup Kunjungi Rumah Warga Meninggal di Gubuk Reot

oleh -311 Dilihat
oleh

Aceh Barat (Meulabohnews) – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH mengunjungi sejumlah rumah masyarakat yang mengalami musibah, salah satunya rumah duka almarhum Badli seorang warga yang meninggal di gubuk di tengah hutan Cot Kumbang Pulo pada Sabtu kemarin.
Tarmizi dan Said Fadheil berkunjung sekaligus bersilaturahmi ke rumah anak almarhum Badli di Desa Sineubok Teungoh, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat pada Minggu (19/7/2026).

“Hari ini memang kami ada sekitar empat rumah masyarakat yang meninggal dunia kami kunjungi satu yang musibah kebakaran dan yang terakhir terkait dengan yang viral ini memang sudah ada agenda sebelumnya,” kata Tarmizi.

Dia mengaku terkejut ketikan membaca berita di media, dan ketika di cek dan dilakukan verifikasi kelapangan semua yang disampaikan di media tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

“Makanya kita menjenguk langsung dan ternyata sampai ke sini lebih terkejut lagi, dan kita sangat sedih melihat pihak keluarga, anak – anaknya tadi juga sangat sedih dengan pemberitaan itu dan menyesalkan karena itu tidak sesuai fakta,” katanya.

Dikatakan Tarmizi, ternyata saat ini di desa tersebut ada konflik yang sangat besar dimana banyak masyarakat dan Tuha Peut yang tidak lagi menginginkan Keuchik setempat. Meskipun demikian dia harus tetap bersikap profesional dan sesuai dengan aturan yang ada.

“Terkait dengan hal ini karena berita yang disampaikan juga dari Keuchik bahwa almarhum tidak pernah mendapat bantuan, sedangkan BLT ada setiap tahunnya bahkan beliau dapat rumah dua unit yaitu bantuan masa BRA dan BRR. Karena ini tidak sesuai dengan fakta maka kita akan bersikap, minggu depan langsung investigasi atas kesalahan – kesalahan yang dilakukan Keuchik,” ujar Tarmizi.

Kalaupun nantinya dari hasil investigasi apa yang disampaikan oleh Keuchik tersebut benar kata Tarmizi, berarti selama ini Keuchik tersebut sengaja mengabaikan masyarakat, karena BLT dan bantuan lainnya semua dari desa, kenapa tidak diberikan.

“Seperti yang disampaikan bahwa sudah berusaha minta rumah ke Pemkab atau ke Dinsos, bantuan rumah bukan ke Dinsos tapi ke Perkim, makanya nanti kita lakukan investigasi,” ujarnya.[ril]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.