Petugas menyusun beras SPHP ke dalam angkutan untuk di salurkan ke sejumlah distributor guna mengoptimalkan ketersedian cadangan beras dan minyak kita di pasar.(ist)
Aceh Barat (Meulabohnews) – Perum Bulog Kantor Cabang Meulaboh melakukan penyaluran Beras dan Minyak Kita di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya dan Simeulue.
Upaya mengoptimalkan ketersediaan cadangan beras pemerintah dengan menyiapkan ribuan ton stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga di pasaran.
Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Meulaboh, M Hafizuddin P mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah dalam memastikan distribusi pangan berjalan lancar, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan dinamika pasar yang dapat mempengaruhi harga komoditas pokok.
“Upaya menjaga kestabilan harga bahan pangan terus digencarkan hingga saat ini kami telah berupaya secara masif melalui penyaluran beras SPHP dan penjualan Minyak Kita ke saluran mitra untuk menekan harga pasar,” ujar Hafizuddin, di Meulaboh (8/6/2026).
Secara nasional, BULOG juga tengah mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga keterjangkauan harga beras di berbagai daerah.
Dengan cadangan yang cukup, intervensi pasar dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.
Selain menjaga kestabilan harga, keberadaan stok beras yang aman juga memberikan kepastian bagi masyarakat terhadap ketersediaan bahan pangan pokok.
Hal ini sejalan dengan peran Bulog sebagai lembaga yang bertugas memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah dan distribusi pangan strategis.
Penguatan stok beras di wilayah kerja BULOG Kantor Cabang Meulaboh juga menjadi sinyal positif bagi upaya pengendalian inflasi daerah. Pasalnya, komoditas beras masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi pangan sehingga stabilitas pasokan dan harga perlu terus dijaga secara berkelanjutan.
“Sinergi antara BULOG dengan Pemda, serta pelaku distribusi pangan menjadi kunci agar stok yang tersedia dapat tersalurkan secara efektif hingga ke tingkat konsumen. Dengan distribusi yang terjaga dan cadangan yang cukup, masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya dan Simeulue diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras dan minyak maupun kemungkinan kenaikan harga yang berlebihan,” ujar Hafizuddin.
Melalui langkah antisipatif tersebut, Bulog Kantor Cabang Meulaboh menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil dan terjangkau.
“Pada kesempatan kedepannya BULOG Kantor Cabang Meulaboh akan bekerjasama dengan Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat untuk menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangka” ujar M Hafizuddin.
Pelaksanaan program GPM ini juga berperan dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi dan menjaga daya jual beli masyarakat akan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Sementara itu Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menerangkan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras di sejumlah daerah.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia,” ujar Rizal.[*]





