Berawal Dengar Suara Azan, Pasangan Asal Sumut Masuk Islam

oleh -97 Dilihat
oleh

Prosesi persyahadatan dipandu langsung oleh Tgk. Suandi (Abu Rangkileh) dan disaksikan oleh unsur pemerintahan gampong, Kementerian Agama, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Aceh Barat (Meulabohnews) – Kabar haru datang dari Gampong Ujongkalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Pasangan suami istri asal Sumatera Utara, Jefri Rahmat Lase dan Elina Halawa, resmi memeluk agama Islam setelah menjalani prosesi syahadat secara sukarela.

Prosesi penuh khidmat itu berlangsung di Meunasah Albayan, Jurong IV Kuta Asan, Gampong Ujongkalak, pada Selasa, (1/8/2026)

Prosesi persyahadatan dipandu langsung oleh Tgk. Suandi (Abu Rangkileh) dan disaksikan oleh unsur pemerintahan gampong, Kementerian Agama, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah, kedua pasangan tersebut mampu melafalkan dua kalimat syahadat dengan sempurna dan lancar,” ujar Tgk Suandi.

Ketua Tuha Peut Gampong Ujongkalak, H. Saiful Tawari, dalam sambutannya menegaskan komitmen gampong untuk memudahkan siapa saja yang ingin masuk Islam.

“Siapa pun yang berkeinginan masuk agama Islam atas keinginan pribadi harus dipermudah baik administrasi maupun bantuan lain. Pemerintah gampong siap membantu apapun yang dibutuhkan oleh saudara kita yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Johan Pahlawan, Tgk. Marha Jadwal, MA, memberikan pemahaman secara detail mengenai tata cara menjadi seorang muallaf serta persiapan-persiapan yang harus dilakukan oleh kedua pasangan setelah menjadi muslim.

Menurut pengakuan Jefri, keputusan memeluk Islam murni atas inisiatif dan keinginan sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun. Selama menetap di Alue Bili, ia tinggal berdekatan dengan masjid. Setiap kali mendengar suara azan, hatinya merasa termenung, terpanggil, hingga akhirnya membulatkan tekad bersama sang istri untuk menjadi muallaf.

Kasi Bimas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H. Drs. Tharmizi, turut memberikan nasihat kepada pasangan muallaf tersebut. Ia berpesan agar setelah syahadat terus memperdalam ajaran Islam, baik dari sisi akidah maupun ibadah, sehingga menjadi muslim yang sejati dan istiqamah.

Sebagai bentuk suka cita, kedua saudara baru islam tersebut juga diberikan buah tangan oleh jamaah Meunasah Albayan dan unsur lainnya. Acara ditutup dengan prosesi adat peusijuek sebagai simbol doa dan keberkahan untuk kedua muallaf.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus PCNU Aceh Barat, Pengurus Al-Washliyah, unsur Tuha Peut, serta tokoh masyarakat dari dalam dan luar gampong.[ril]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.