Aksi Kamisan di Meulaboh, Pocong dan Wanita Berpayung Hitam Dengan Menabur Bunga di Pusara

oleh -236 Dilihat
oleh

Foto Aksi Kamisan di Meulaboh dengan Teatrikal wanita menabur bunga di pusara dengan pocong di Simpang Pelor, Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (9/7/2026) sore.(Meulabohnews/Safwan)

Aceh Barat (Meulabohnews) – Aksi kamisan kembali dilaksanakan oleh sejumlah aktivis yang mengusung ” Tegakkan Supremasi sipil, kembalikan TNI ke barak dan usut tuntas pelanggaran HAM” di Tugu Simpang Pelor, Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (9/7/2026) sore.

Adapun tuntutan yang di suarakan dari koordinator lapangan aksi kamisan Meulaboh, Anriansyah Kalimuddin, persoalan demokrasi di Indonesia semakin menyempitkan ruang sipil dengan kasus pelanggaran HAM yang tak terselesaikan.

Aksi kamisan Aceh Barat hadir sebagai bentuk perlawanan membelotnya instansi Negara menciderai demokrasi di tengah kian menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap situasi saat ini.

” Aksi kamisan merupakan simbol perlawanan damai terhadap impunitas dan bentuk pengingat bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak azasi setiap warga negara,” ujar nya.

Ia menyoroti persoalan terkini akan sejumlah oknum aparat agar  dikembalikan ke Barak sebagai bentuk tugas pokok TNI menjaga NKRI.

Foto Aksi Kamisan di Meulaboh dengan Teatrikal wanita menabur bunga di pusara dengan pocong di Simpang Pelor, Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (9/7/2026) sore.(Meulabohnews/Safwan)

Supremasi sipil merupakan pilar utama negara demokrasi. Prinsip ini menempatkan seluruh instrumen negara termasuk militer berada dibawah kendali pemerintahan sipil yang di amanatkan dalam Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Titik balik saat Reformasi 1998 menjadi penting akhir dari praktik dwifungsi ABRI yang menempatkan militer tidak hanya sebagai alat pertahanan Negara tetapi juga sebagai aktor politik.

” Negara memiliki kewajiban mengusut tuntas setiap pelanggaran HAM secara independen, transparan dan berkeadilan sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” ujar nya.

Ia juga menyoroti berbagai kebijakan publik seperti koperasi desa merah putih, program makanan bergizi dan ketahanan pangan nasional yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan rakyat.

” Negara seharusnya hadir untuk memenuhi hak hak dasar rakyat, mulai dari pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan dan kesempatan kerja yang berkeadilan, tetapi saat ini malah membelot dan mengutamakan kepentingan elit, ” tutup koordinator aksi.

Foto Aksi Kamisan di Meulaboh dengan Teatrikal pocong di Simpang Pelor, Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (9/7/2026) sore.(Meulabohnews/Safwan)

Aksi kamisan sebagai bentuk kritikan yang disampaikan masyarakat sipil yang merupakan bagian kehidupan demokrasi yang dinyatakan bebas menyampaikan pendapat dimuka umum.

Pocong dengan wanita berpayung hitam menabur bunga diatas  pusara menjadi lambang kematian dan duka mendalam di dunia HAM yang hingga kini tak pernah terungkap aktor dan dalang dibalik Kematian aktivis dan masyarakat sipil.[redaksi].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.