Aceh Barat (Meulabohnews) – Kepala UPTD Puskesmas Suak Ribee Nurhasanah yang diwakili dr Syuhada mengajak seluruh elemen madrasah, mulai dari guru, siswa hingga para pemangku kepentingan, untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan pendidikan. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan di MTs HBS, Senin (9/2/2026).
Dalam kesempatan itu, dr Syuhada menegaskan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, baik di lingkungan rumah tangga maupun madrasah.
“Menjaga kesehatan dimulai dari rumah tangga dan madrasah. Dua lingkungan edukasi ini harus menjadi atensi kita bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, madrasah perlu menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai, seperti tempat cuci tangan dan sarana pendukung lainnya. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan dan minum sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman.
“Siswa dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum makan dan minum agar terhindar dari kuman penyebab penyakit,” katanya.
Selain itu, dr Syuhada juga mengingatkan siswa agar lebih selektif dalam memilih jajanan. Ia tidak melarang siswa untuk membeli makanan di luar, namun meminta agar memperhatikan kebersihan dan kandungan makanan yang dikonsumsi.
“Silakan jajan, tetapi perhatikan status makanan dan higienitasnya. Apalagi makanan cepat saji yang dijual bebas, kadang mengandung pewarna atau bahan tertentu yang berisiko menimbulkan penyakit di kemudian hari, seperti gangguan ginjal,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa lingkungan madrasah harus bebas dari asap rokok karena merokok berdampak buruk bagi kesehatan, baik bagi perokok aktif maupun pasif.
Dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Suak Ribee turut menurunkan tim medis ke MTs HBS untuk melakukan pemeriksaan kesehatan (screening), pengukuran tinggi dan berat badan siswa, serta pemberian tablet tambah darah bagi siswi.
Sementara itu, Kepala MTs HBS Suandi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari pihak Puskesmas Suak Ribee.
“Kami mengucapkan terima kasih atas atensi luar biasa dari petugas kesehatan. Manfaatnya langsung dirasakan oleh madrasah, karena kesehatan menjadi sumber utama dalam kelancaran proses belajar mengajar,” ujar Suandi.
